Sunday, July 31, 2016

AL QUR'AN MENEGASKAN BAHWA BUMI ADALAH BULAT


@SyarifBaraja
Akhir-akhir ini marak perdebatan di media sosial tentang bentuk bumi. Sebagian kalangan membawa bukti-bukti yang menurut mereka menjadi bukti bahwa bumi bukanlah bulat seperti yang diajarkan selama ini. Sebagian lagi membantah dengan bukti-bukti yang kuat juga. Masing-masing mengemukakan bukti dan argumen, baik itu argumen sains maupun logika.
Ketika membaca perdebatan masalah ini, tiba-tiba saya teringat sebuah ayat dalam Al Qur’an. Ya, sebuah ayat dalam Al Qur’an. Ayat itu mengisyaratkan dengan jelas tentang bumi bulat.
Lebih dari 1000 tahun yang lalu, Allah sudah menjelaskan tentang bentuk bumi. Mana ayat yang menjelaskan bumi bulat?

Barangkali ada sebagian yang menganggap bahasan bumi bulat sudah bukan saatnya lagi, karena sudah begitu nyata bahwa bumi adalah bulat. Sudah banyak astronot yang melihat langsung bentuk bumi yang bulat dari ruang angkasa. Mereka naik jauh ke luar bumi, hingga bisa melihat bentuk bumi secara langsung yang bulat. Di sisi lain, banyak bukti-bukti logika yang menyatakan bahwa bumi adalah bulat.
Artinya masalah bumi bulat ini sudah sesuatu yang final, membahasnya merupakan hal yang tidak penting. Masih banyak hal yang lebih bermanfaat.
Ini juga kata Prof Dr Thomas Djamaludin, pakar astronomi yang menjabat kepala Lembaga Perbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), yang menulis dalam dinding facebooknya :
Banyak yang bertanya soal bangkitnya kembali pemahaman "Flat Earth" (bumi datar). Pemahaman itu tergolong pseudo science alias sains semu. Dikemas seolah-olah ilmiah, sesungguhnya tidak mempunyai dasar ilmiah sama sekali. Ketika dikaitkan dengan dalil-dalil Al-Quran, itu pun berdasarkan tafsir lama. Abaikan saja pemikiran "Flat Earth" tersebut. Kalau pun sempat membaca atau menyaksikan videonya, anggap saja sebagai hiburan seperti kita membaca atau menonton cerita fiksi. Tak perlu ditanggapi serius.
Tapi bahasan bumi bulat pada Al Qur’an bukan hanya untuk merespon diskusi flat earth, tetapi lebih pada menjelaskan isyarat yang ada pada Al Qur’an, guna menambah pengetahuan bagi kaum muslimin. Agar menambah iman mereka pada Al Qur’an, juga mengenalkan mukjizat Al Qur’an pada mereka yang belum beriman.
Al Qur’an mengandung isyarat-isyarat tentang alam semesta, ada yang isyarat jelas, dan ada isyarat yang samar. Dan isyarat yang samar ini bisa jadi samar bagi sebagian orang, tapi jelas bagi orang yang lain.Samar bagi muslim yang awam, tapi jelas bagi para ulama.
Sama seperti penyakit yang bagi orang awam terasa samar, tapi bagi dokter itu bukan samar tapi jelas. Seperti membaca hasil laboratorium klinik. Orang awam tidak bisa membacanya, tapi bagi dokter itu sangat jelas. Maka samar di sini berbeda-beda.
Isyarat itu dapat ditangkap dari makna-makna kata Al Qur’an. Kata-kata mengisyaratkan sebuah makna, yang mana makna itu adalah mengisyaratkan kepada hakekat tertentu yang ada di alam nyata. Kadang makna itu tidak jelas ditangkap oleh banyak orang. Tapi jelas bagi para ulama yang mengerti Al Qur’an.
Isyarat bumi bulat pada Al Qur'an mungkin samar bagi orang kebanyakan, tapi jelas bagi para ulama.
Isyarat ini ada pada surat Az Zumar ayat 5, yang berbunyi:
خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى أَلَا هُوَ الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ (5)
Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
Al Qur’an adalah dengan bahasa arab, maka jika kita lihat isinya pun dengan bahasa arab. Nah kata mana yang menunjukkan bumi itu bulat?
Para ulama menegaskan bahwa kata yukawiru itu memiliki makna melilitkan, yaitu melilitkan pada suatu yang bulat. Mereka memberikan contoh berupa sorban, yaitu melilitkan sorban. Inilah isyarat bentuk bumi bulat dari ayat di atas.
Isyarat tegas ini juga dipahami oleh para ulama. Mari kita simak penjelasan mereka:
Syaikh Utsaimin, ulama terkenal dari Saudi Arabia, mengatakan:
Bumi adalah bulat sesuai dengan dalil Al Qur’an, realita dan ucapan ulama. Dalil Al Qur’an adalah ayat Az Zumar: 5. Takwir adalah menjadikan sesuatu seperti bola, seperti melilitkan sorban ke kepala. Dan seperti diketahui bahwa siang dan malam terjadi secara bergiliran pada bumi. Maka sudah semestinya bentuk bumi adalah bulat. Karena jika engkau melilitkan sesuatu pada sesuatu yang lain, dan bumi dalam hal ini adalah yang dililit oleh siang dan malam, maka sudah semestinya bumi itu bulat.

Sementara dalam Tafsir Juz Amma surat Al Ghasyiyah, Syeikh Utsaimin menyatakan:
Syekh Utsaimin mengatakan: kata takwir artinya adalah tadwir, (makna kata tadwir artinya memutar). Kita ketahui bahwa siang dan malam adalah bergantian menyelimuti bumi. Jika keduanya diputar, maka sudah semestinya bumi bentuknya bulat.
Syekh Muhamad Amin As Syinqithi, penulis tafsir Adhwa’ul Bayan, menjelaskan ayat ini:
Takwir artinya melilitkan. Dalam bahasa arab dikenal kata: melilitkan sorban di kepala.
Kemudian beliau menjelaskan asal makna kata takwir yang berarti memutar, yaitu karena mengandung makna bulat. Di antaranya adalah terjemahan kata bola dalam bahasa arab yaitu kurah:
karena asal kata كرة dalam bahasa arab adalah كورة.
Lalu As Syinqithi menukil dari Abul Husein ibnul Munadi tentang bentuk bumi : tidak ada perbedaan di antara ulama bahwa bentuk langit adalah seperti bola. Dan langit berputar bersamaan dengan bintang-bintang yang ada di dalamnya, seperti bola berputar di antara dua ujung yang tidak bergerak, yang satu di utara, dan satu lagi di selatan.
Begitu juga mereka sepakat bahwa bumi dan seluruh gerakannya baik lautan maupun daratan adalah seperti bola.
Buktinya adalah matahari, bulan dan bintang-bintang, tidak terbit dan tenggelam dalam waktu yang sama di seluruh bumi, tetapi di bagian timur terbit lebih dahulu dibandingkan bumi bagian barat.
Bumi yang bulat berada pada tempatnya di tengah bulatnya langit, seperti titik yang berada di dalam lingkaran.

Syekh Syinqithi melanjutkan: ini adalah nukilan ijma’ dari seorang imam yang mumpuni dalam ilmu akal maupun dalil syar’I, bahwa bumi bentuknya adalah bulat seperti bola. Dan beliau juga mengemukakan dalil yang kuat dari gerakan benda-benda langit akan hal itu.
Ibnu Asyur, ulama asal Tunisia yang menulis tafsir At tahrir wan tanwir mengatakan:
Asal kata takwir adalah dari kata benda kuroh (artinya bola), yaitu benda yang bulat dan sama di segala sisinya. Dan bentuk bumi adalah bulat dan inilah kenyataannya, dan ini tidak diketahui oleh bangsa arab dan banyak manusia, maka Al Qur’an mengisyaratkan hal itu dengan menyatakan dua kondisi yang meliputi bumi bergantian, yaitu terang dan gelap, atau malam dan siang, yaitu menjadikan adanya siang dan malam dengan bentuk melilitkan, karena bentuk yang dlilitkan sudah pasti bulat, mengikuti kata kerja melilitkan. Karena konteks ayat ini adalah sebagai pembuktian akan sifat tuhan yang benar, yaitu menciptakan langit dan bumi, maka dipilihlah kata takwir atau melilit untuk menunjukkan hal yang menjadi ikutan dari penciptaan itu, yaitu menciptakan dua kondisi yang agung pada bumi, bukan kata lain seperti menutupi yang digunakan dalam surat Al Araf 54.
Demikianlah keterangan ulama tentang isyarat bumi bulat dari QS Az Zumar ayat 5. Ternyata Al Qur’an sudah mengisyaratkan bahwa bentuk bumi adalah bulat, jauh sebelum adanya perdebatan di hari ini.
Ketika Al Qur’an sudah menegaskan, maka bagi orang beriman, tidak ada lagi pilihan selain mengikuti Al Qur’an.

dari fbnya ust. Syarif Baraja

Friday, July 29, 2016

Living in Kufr



And when the music stops…

And the lights come on…

And the drugs ware off…

And the weekend ends…

And their health is afflicted…

And their wealth restrained…

And their lovers pre-occupied…

All sense of purpose diminished. 

Reblog from poetry4islam.wordpress.com

posted from Bloggeroid

Sunday, July 24, 2016

Mi Unlock Disclaimer

Disclaimer
  1. By unlocking the device you agree that this may bring changes to some parts of the system. These changes may damage the device;
  2. After the device is unlocked, it becomes less secure and more vulnerable to malware attacks, which may lead to the disclosure and loss of your private data;
  3. Some features which require high security level (e.g., Find device, added-value services, etc.) will no longer be available;
  4. After the device is unlocked, some features will be changed. Thus, you might no longer be able to receive regular updates and enjoy newest features of MIUI.
The risks stated above do not fully cover changes which may be brought about by Mi Unlock.We will keep improving Mi Unlock in order to prevent the cases when unauthorised vendors unlock Mi devices to install third party apps which worsen MIUI user experience and cannot be deleted. Locked devices also provide you with high-quality security features, such as Find device, and other added-value services. We're sorry for any inconveniences our policies may cause.
Thank you for understanding!

Friday, July 22, 2016

Ngunduh Mantu.. eh Salah Ngunduh Video dari Twitter



Kadang gemes kalo di twitter.com itu ada video yang langsung di upload dari aplikasi twitter, ga bisa di donlot, dan bisa nya cuma di tonton... padahal kan kalo pakir benwit juga repot... mosok pengen nonton lagi ngabisin kuota lagi..

iseng-iseng nyari cara gimana biar bisa di donlot, yang pasti mesti tau letak pasti dimana videonya disimpen sama si burung biru ini.

setelah coba cobi berkali2... ketemu juga cara gampangnya, yakni sebagai berikut ini :

1. misalnya ada video bagus seperti disini 

 tinggal klik kanan di videonya terus klik inspect



2. terus pilih resources>>frame>>user twitternya>>playertweet>>media


3. udah ketemu toh dimana leta videonya, tinggal klik kanan kopi dan paste di web, terus donlot... oke... deh... selamat menikmati.. pideonya...


Wednesday, July 20, 2016

*KIAT AGAR ANAK HAFAL AL QURAN SEBELUM USIA 7 TAHUN*

*KIAT AGAR ANAK HAFAL AL QURAN SEBELUM USIA 7 TAHUN*

Saudaraku, inilah kiat-kiat praktis mendidik putra-putri kita hafal Al Quran sebelum usia 7 tahun.

Kiat-kiat ini disampaikan oleh Syekh Dr. Kamil Al Labudi, 29 Ramadhan 1437 H. Kiat-kiat ini disampaikan beliau berdasarkan pengalaman beliau dalam mendidik ketiga putra/putri beliau hafal Al Quran 30 juz dalam usia 4,5 tahun. 

Semua putra/putri beliau hafal Al Quran 30 juz sebelum usia mereka 5 tahun. 
1. Tabarok hafal 30 juz ketika usianya 4,5 tahun, 
2. Yazid hafal 30 juz ketika usianya 4,5 tahun,
3. Zainah hafal 30 juz ketika usianya 5 tahun. 

Inilah kiat-kiatnya: 
1. Ketika anak kita lahir, dari usia 1 hari perdengarkan Al Quran setiap harinya 1 juz dan ulangi sebanyak 5 kali. Ulangi terus selama satu bulan. Jadi dalam waktu 1 bulan 1 juz di ulang sebanyak 150 kali. Maka waktu yang diperlukan untuk menamatkan memperdengarkan Al Quran sebanyak 30 juz hanya 30 bulan, yaitu 2,5 tahun. Ketika anak kita usianya 2,5 tahun dia sudah mendengarkan Al Quran 30 juz sebanyak 150 kali. 

2. Pilihlah bacaan dari para Masyayikh, para Qori yang terkenal bacaannya fasih, seperti Qori Syekh Mahmud Kholil Al Hushori, Syekh Shiddiq Al Minsyawi, dll. Atau para Qori dari Saudi Arabia, seperti Syekh Ali Al Hudzaifi, Syekh Muhammad Ayyub, dll. 

3. Ketika anak kita sudah tamat mendengarkan bacaan Al Quran 30 juz, maka ajarkan hafalan kepadanya. Sehari setengah halaman atau satu halaman, ulangi setiap harinya sampai 5 kali. 

4. Buat cara yang menarik untuk anak kita agar mau menghafal, berikan hadiah ketika bisa mencapai target. 

5. Doa kepada Allah ta'ala agar dimudahkan dalam membimbing anak kita dalam proses menghafal Al Quran 30 juz. Dengan metode seperti ini, hanya perlu waktu 1,5 tahun anak kita hafal Al Quran 30 juz.

 Mugo2 Allah berikan kepada kita semua agar keluarga kita menjadi Ahlul Quran dan semoga putra-putri kita hafal Al Quran 30 juz dan berakhlaq dengan akhlaq Al Quran. Aamiin Yaa Rabbal 'Alamiin.. 


sumber : fb

Tuesday, July 12, 2016