Wednesday, April 20, 2016

Angka-Angka

karya : Taufiq Ismail
Dua orang cucuku, bertanya tentang angka-angka
Datuk-datuk, aku mau bertanya tentang angka-angka
Kata Aidan, cucuku laki-laki
Aku juga, aku juga, kata Rania cucuku yang perempuan
Aku juga mau bertanya tentang angka-angka

Rupanya mereka pernah membaca bukuku tentang angka-angka dan ini agak mengherankan
Karena mestinya mereka bertanya tentang puisi
Tetapi baiklah,
Rupanya mereka di sekolahnya di SMA ada tugas menulis makalah
Mengenai puisi, dia sudah banyak bertanya ini itu, sering berdiskusi
Sekarang Aidan dan Rania datang dengan ide mereka menulis makalah tentang angka-angka

Begini datuk,
Katanya ada partai di dunia itu membantai 120 juta orang, selama 74 tahun di 75 negara
Kemudian kata Aida dan Rania, ya..ya..120 juta orang yang dibantai
Setiap hari mereka membantai 4500 orang selama 74 tahun di 75 negara
Kemudian cucuku bertanya
Datuk-datuk, kok ada orang begitu ganas..?
Kemudian dia bertanya lagi
kenapa itu datuk? Mengapa begitu banyak?
Mereka melakukan kerja paksa, merebut kekuasaan di suatu negara
Kerja paksa
Kemudian orang-orang di bangsanya sendiri berjatuhan mati
Kerja paksa
Kemudian yang ke dua
Sesudah kerja paksa,
Program ekonomi diseluruh negara komunis tidak ada satupun yang berhasil
Mati kelaparan, bergelimpangan di jalan-jalan
Kemudian yang ketiga,
Sebab jatuhnya Puisi ini
Sebabnya adalah mereka membantai bangsanya sendiri,
Mereka membantai bangsanya sendiri
Di Indonesia
Pertamakali di bawa oleh Musso, di bawa Musso.
Di Madiun mereka mendengarkan pembantaian


Monday, April 4, 2016

The Man On The Right Place


By: Nandang Burhanudin
*****
(1)
Pada tahun 1961, Bourkiba Presiden Tunis kala itu tidak puasa di bulan Ramadhan. Ia gunakan kekuasaan untuk membuat friksi di kalangan umat.
(2)
Agar ada legitimasi syariat. Ia meminta mufti Tunis waktu itu, 'Allaamah Ibn Asyur untuk mengeluarkan fatwa bolehnya tidak puasa dengan dalih produktivitas kerja.
(3)
Sang Mufti tampil di Televisi pemerintah. Disiarkan LIVE. Fatwanya dinanti jutaan khalayak. Dinanti, bagaimana beliau bersikap atas tekanan penguasa.
(4)
Beliau membacakan ayat tentang kewajiban puasa. Yaa Ayyuhalladziina aamanuu kutiba 'alaikumusshiyaamu kamaa kutiba 'alalladziina min qablikum la'allakum tattaquun.
(5)
Allah Mahabenar dengan Firman-Nya dan Bourkiba pendusta. Allah Mahabenar dengan Firman-Nya dan Bourkiba pendusta.
(6)
Pemerintah Tunisia kalang kabut. Tak dinyana, Mufti Negara memiliki keberanian dan mengedepankan pandangan Syariat daripada maslahat personal beliau.
(7)
Sungguh kita merindukan sosok yang tepat berada di posisi yang tepat. Benar karena berani. Berani karena benar. Tegar dalam benar, benar dalam tegar agar suara rakyat didengar dan suara syariat tidak dilanggar.
(8)
Rahimahullah Syaikh Ib 'Asyur. Buku-buku beliau sangat faktual, aktual, dan tajam terpercaya.

sumber : fb