Sunday, September 20, 2015

Delete Akun Instagram


Entah kenapa kalo mo delete alias matiin akun di media sosial itu ga gampang, mesti pake waktu dan usaha buat nyari gimana mo matiinnya. ketika udah ketemu tombol delete mesti diingetin lagi mo delete apa deaktif dulu. dll

Misalnya ketika mau delete akun instagram, ga ada itu tombol delete atau deaktif di setting atau profile akun, adanya di menu help alias secara ga langsung link delete itu disembunyikan. Belum lagi delete akun itu ga bisa via mobile appsnya padahal kan instagram itu basis nya aplikasi ponsel alias jarang yang buka instagram di web langsung. Pas bikin akun Instagram juga harus via aplikasi mobile nya kok tapi ketika mo delete mesti via web.

Kalo udah bosen sama instagram  ya delete aja, ikutin cara ini :
1. donlot dulu semua foto pake instaport kalo masih sayang fotonya.
2. kalo udah tinggal buka link ini
3. terus isi kenapa mo delete akun dan isi password, lalu oke.
4. selamat tinggal instagram...
5. coba masuk lagi bisa ga...:D
6. selamat mencoba :D





Wednesday, September 16, 2015

What's Wrong with Wikipedia?

What's Wrong with Wikipedia?

There's nothing more convenient than Wikipedia if you're looking for some quick information, and when the stakes are low (you need a piece of information to settle a bet with your roommate, or you want to get a basic sense of what something means before starting more in-depth research), you may get what you need from Wikipedia. In fact, some instructors may advise their students to read entries for scientific concepts on Wikipedia as a way to begin understanding those concepts.

Nevertheless, when you're doing academic research, you should be extremely cautious about using Wikipedia. As its own disclaimer states, information on Wikipedia is contributed by anyone who wants to post material, and the expertise of the posters is not taken into consideration. Users may be reading information that is outdated or that has been posted by someone who is not an expert in the field or by someone who wishes to provide misinformation. (Case in point: Four years ago, an Expos student who was writing a paper about the limitations of Wikipedia posted a fictional entry for himself, stating that he was the mayor of a small town in China. Four years later, if you type in his name, or if you do a subject search on Wikipedia for mayors of towns in China, you will still find this fictional entry.) Some information on Wikipedia may well be accurate, but because experts do not review the site's entries, there is a considerable risk in relying on this source for your essays.

The fact that Wikipedia is not a reliable source for academic research doesn't mean that it's wrong to use basic reference materials when you're trying to familiarize yourself with a topic. In fact, the library is stocked with introductory materials, and the Harvard librarians can point you to specialized encyclopedias in different fields. These sources can be particularly useful when you need background information or context for a topic you're writing about.

Sunday, September 13, 2015

Apakah KSA Memang Diam Saja Soal Pengungsi Syiria?



Kalo ga percaya akun twitternya @bsfromps silahkan cek the guardian, reuters, atau @ajenglish. Masih ga percaya cek webnya UNRWA.

Mari adil pada sesama.

Thursday, September 10, 2015

Sudahkah Shalat Merasuk Dalam Jiwa Kita?

Oleh Ust. Syarif Baraja

Tidak ada yang berbeda pada Subuh hari itu, terdengar Iqamat berkumandang, kaum muslimin di masjid Nabawi berbaris lurus dan rapat untuk shalat. Selesai memeriksa barisan, Imam menghadap kiblat dan mengangkat tangannya. Terdengar suara takbir, para makmum pun bertakbir. Suasana sunyi sejenak, kemudian terdengar bacaan surat al fatehah. Makmum menyimak al fatehah dengan khusyu’, kemudian mengucapkan Amin setelah imam membaca ayat terakhir al fatehah. Setelah diam sejenak, imam memulai membaca surat Yusuf.


Ya, surat yusuf. Ini bukan shalat subuh di tahun 2011, peristiwa ini terjadi tahun 23 H,  tahun 644 MasehiImamnya adalah Umar bin Khattab, makmumnya adalah para sahabat. .Umar biasa membaca surat An Nahl, Hud dan Yusuf pada shalat subuh. Inilah hari terakhir Umar bin Khattab shalat subuh di masjid Nabawi.


Umar terus membaca, hingga sampai ke ayat 84:
وَابْيَضَّتْ عَيْنَاهُ مِنَ الْحُزْنِ فَهُوَ كَظِيمٌ 
Dan Yakub berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata: "Aduhai duka citaku terhadap Yusuf", dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan dan dia adalah seorang yang menahan amarahnya (terhadap anak-anaknya).
Umar berhenti membaca ayat karena tak kuasa menahan tangisnya, jamaah pun ikut menangis.


Umar bertakbir lalu ruku’, jamaah pun mengikuti. Tiba-tiba seseorang meringsek ke arah imam, lalu menusuk Umar di perutnya 3 kali. Umar bertakbir tiga kali. Orang itu berlari ke belakang, dan menyabetkan belatinya ke setiap orang yang dilewatinya. 13 orang terkena sabetan belati. 7 orang di antaranya wafat. Seorang sahabat melemparkan jubahnya ke kepala si pembawa belati, jubah itu menjeratnya. Para sahabat membekuknya, dia tidak bisa lari lagi. Dia menusukkan belatinya ke arah dirinya, kemudian menghembuskan napasnya. Dia adalah Abu Lu’lu’ah Al Majusi, seorang persia yang menjadi budak tawanan perang penaklukan imperiuam persia. Di Iran, sebuah bangunan megah berdiri di makam yang diklaim sebagai makam Abu Lu’lu’ah Al Majusi. Banyak orang berziarah ke sana.


Sebelum roboh, Umar sempat menggaet tangan Abdurrahman bin Auf untuk menjadi imam. Umar pun terkapar, darah mengalir dari perutnya. Setelah shalat, para sahabat menggotong Umar ke rumahnya, darah mengalir membasahi baju para sahabat.


Umar terbaring pingsan. Rupanya si majusi meracuni belatinya. Sahabat tidak tahu apakah Umar masih hidup atau sudah mati. Umar tetap diam, sambil darahnya mengalir. Umar tetap diam tak bergeming. Racun sudah bereaksi di tubuhnya.Mereka berupaya membangunkan, mungkin dengan memanggil-manggil namanya, ataupun menggoyang-goyang badannya, tapi Umar tetap diam tak bergerak.


Seseorang berkata, bangunkan dia dengan shalat, kalian tidak bisa membangunkannya kecuali dengan mengingatkan shalat. Ini karena semua sahabat tahu bahwa Umar sangat memperhatikan shalat. Umar tidak main-main dengan shalat.
Lalu para sahabat berkata wahai amirul mukminin, shalat, shalat,


Mendengar kata shalat, Umar terbangun, tubuhnya gemetar, katanya: ya, shalat, orang yang tidak shalat, tidak ada bagian Islam dari dirinya. Keislaman dalam jiwa Umar masih ada, bukan sekedar masih ada, tapi masih dalam kadar yang tinggi.Umar segera berwudhu dan shalat subuh, sambil darah mengalir dari lukanya.


hidup Umar adalah shalat. Ini karena Umar memahami bahwa kadar keislaman seseorang bergantung dari shalatnya.mengalahkan racun yang mengalir dalam darahnya. Yang paling berharga dalamRupanya shalat sudah begitu merasuk ke dalam jiwanya, merasuk ke setiap sel dalam tubuhnya,


Suatu kali, Umar menuliskan pesannya kepada umat Islam, dan menyebarkannya ke seluruh wilayah  agar kaum muslimin mendengarnya:
 إن أهم أموركم عندي الصلاة فمن حفظها حفظ دينه ومن ضيعها فهو لما سواها أضيع ولاحظ في الاسلام لمن ترك الصلاة
Sesungguhnya perkara agama yang paling penting adalah shalat. Siapa yang menyia-nyiakan shalat, maka dia akan menyia-nyiakan perkara lainnya. Orang yang meninggalkan shalat, tidak memiliki bagian dari Islam.


Meski dalam kondisi sakit dan terluka, Umar masih menjaga iman dan islamnya. Dia tahu bahwa orang yang kehilangan shalat, dia akan kehilangan islam dan iman. Orang yang kehilangan Islam dan Iman berarti telah kehilangan segalanya. Melebihi sekedar kehilangan harta dunia, melebihi kehilangan nyawa.


Shalat adalah barometer islam dan iman. Jika ingin melihat keimanan seseorang, lihatlah shalatnya, lihatlah sikapnya terhadap shalat, lihatlah bagaimana dia shalat. Tapi jangan hanya melihat ke luar, lihatlah ke diri anda sendiri. Perhatikan shalat anda, perhatikan bagaimana anda shalat, perhatikan sikap anda terhadap shalat, anda akan tahu kualitas iman anda dari shalat.


Sebuah kesimpulan yang sangat dalam. Luar biasa


Umar menyimpulkan ini semua dari Nabi Muhammad SAW, yang mementingkan shalat lebih dari segalanya, yang begitu sering memberitahukan pentingnya shalat pada sahabat, mengajarkan pada sahabat tentang pentingnya shalat. Mengajarkan dengan lisannya, yaitu dengan banyaknya hadits-hadits tentang shalat, baik yang menjelaskan keutamaannya, menjelaskan ancaman bagi yang meninggalkannya. Juga mengajarkan dengan perbuatannya, Nabi mengajarkan tatacara shalat dengan lengkap. Hari ini, kita bisa mengetahui seluruh tatacara shalat Nabi.


shalat menjadi penamat akhir kata Nabi Muhammad SAW, menjadi penutup hidupnya. Nabi Saw begitu mencintai umatnya, begitu sayang pada umatnya, tetap memikirkan umat sampai akhir hayat. Saat menjelang ajalnya, Nabi mengulang-ulang kalimat:Pada akhir hayat, pada detik-detik terakhir hidupnya, saat menghembuskan napas terakhir,


Shalat, shalat, dan budak-budakmu, shalat, shalat, dan budak-budakmu, shalat, shalat, dan budak-budakmu.


Ibnu Majah meriwayatkan dari Ummu Salamah: Nabi mengulang-ulang kalimat itu sampai suaranya tidak jelas terdengar.


Sampai suaranya tidak lagi jelas terdengar, karena ruhnya sudah mencapai leher, sampai ruhnya dicabut oleh malaikat, Nabi tidak berhenti mengingatkan umatnya tentang shalat. Hanya pesan penting yang disampaikan pada kesempatan terakhir. Seolah Nabi mengirimkan isyarat, bahwa shalat adalah sesuatu yang paling penting dalam hidup seorang muslim, baru kemudian berbuat baik pada budak.


Umar benar-benar meresapi pesan Nabi mengenai shalat dengan seluruh tubuhnya. Hingga tersimpan di memori yang paling dalam, pada otak yang mengatur kerja organ dalam, tubuh, seperti detak jantung, usus, liver dan pankreas, yang tetap bekerja meski sedang pingsan dan tidur.

Bagaimana dengan kita?

Sumber : FB