Tuesday, December 24, 2013

Merawat Anak dengan NHL

Merawat anak dengan diagnosis NHL itu memang tidak mudah. Apalagi jika masih berusia 5 tahun kebawah, tantangannya akan turut bertambah. Berikut ini adalah beberapa tips nya yang saya sarikan dari pengalaman saya merawat anak saya yang terkena NHL stadium 4 pada usianya yang belum genap 5 tahun :
  • Siapkan Hati
Ini sangat penting, karena semua bermula dari penerimaan anda terhadap kondisi anak anda dan bagaimana menyikapi dan menghadapinya. Tidak ringan memang, mengetahui anak yang lagi lucu-lucunya, yang satu bulan sebelumnya masih lincah bermain, tiba-tiba harus menjalani berbagai pemeriksaan medis, yang sebelumnya lucu dan tampan, tiba-tiba turun drastis berat tubuhnya.Tapi, penerimaan anda akan sangat penting mengingat anak anda akan sangat membutuhkan perhatian dari anda. Caranya, kembalilah ke keyakinan dan agama anda, kalo muslim, yakinlah bahwa bersama kesulitan ini Allah SWT telah menyiapkan berbagai kemudahan untuk anda, dengan demikian hati dan jiwa anda akan tenang dan siap untuk mengikuti proses pengobatan yang cukup panjang. Apalagi jika stadium NHL sudah stadium III atau IV yang hanya dapat diobati dengan kemoterapi. Kesiapan hati anda akan sangat membantu untuk menghadapi periode panjang ini.
  • Pilih Rumah Sakit dan Dokter Terbaik
Proses diagnosis NHL itu biasanya lama dan cukup melelahkan, apalagi untuk anak-anak, dan jika pada awalnya salah diagnosis seperti kasus anak saya. Oleh karena itu,jika ada tanda-tanda NHL, sesegera mungkin bawa ke rumah sakit dengan spesialisasi kanker seperti RS Dharmais di Jakarta, atau RSUP Sardjito di Yogyakarta. Pilih juga dokter terbaik, yang biasanya adalah dokter spesialis anak yang mengambil kekhususan dibidang hematologi dan atau onkologi. Jangan  tanggung-tanggung, karena ada beberapa jenis NHL yang kategorinya agresif dan berkembang dengan cepat seperti halnya yang di alami anak saya. Jika masih mungkin di operasi (stadium 1) itu sangat baik, akan tetapi sering kali untuk NHL lebih sensitif dengan kemoterapi, sehingga jika sudah stadium lanjut (3 keatas) pilihan dokter adalah kemoterapi dengan berbagai pilihan protokol. Anak saya sudah stadium lanjut (kemungkinan stadium 4) dengan kondisi yang mulai memburuk ketika masuk RSDM ( kurus karena kurang gizi, perut bengkak karena limpa membengkak, berkeringat di malam hari (gejala B) sehingga mau tidak mau pilihan kemoterapi dengan protokol CHOP plus MTX harus saya setujui. Oleh karena itu, ketepatan diagnosis awal akan sangat menentukan terapi apa yang akan diambil, sehingga sedapat mungkin pilih rumah sakit terbaik, dan pilih dokter terbaik.
  • Siapkan Semua Sumberdaya yang Dapat Anda Kumpulkan
Siapkan dan kumpulkan semua sumberdaya anda dan keluarga dekat anda, baik pembiayaan, asuransi, jaminan kesehatan, tenaga, karena pengobatan NHL akan berlangsung relatif lama. Sebagai contoh, untuk kemoterapi Fathi saja memakan waktu hampir 8 bulanan, dengan asumsi 8 kali siklus kemoterapi setiap 3 minggu. Belum lagi jika ada efek samping kemo yang biasanya akan memperpanjang jarak antar siklus kemo. Karena lama, tentunya biaya pengobatannya juga cukup besar, sebagai contoh untuk sekali kemoterapi dengan protokol CHOP+MTX, untuk obat kemonya saja membutuhkan dana Rp 1 jt lebih, belum perawatan dan biaya lain-lainnya. Bantuan tenaga dari saudara dekat akan sangat memperingan keluarga pasien, karena memang menunggu keluarga sakit di rumah sakit itu melelahkan dan membutuhkan stamina yang prima. Pertimbangankan juga kemudahan akses rumah sakit dengan rumah anda, kecuali memang keadaan mengharuskan perawatan di RS tertentu. 

  • Mulai Ubah Gaya Hidup Keluarga Anda
Secara umum, sel kanker/tumor membutuhkan asupan glukosa yang besar, sehingga sangat di anjurkan untuk mengurangi konsumsi sumber makanan dengan banyak glukosa dan karbohidrat. Perbanyak sayuran dan buah-buahn berwarna cerah, ganti konsumsi gula dengan madu.Dan yang terpenting, hindari makanan dengan bahan tambahan alias pilih dan konsumsi makanan sehat.
  • Kalo Memang ada Metode Pengobatan Baru (Clinical Trial) Tidak ada salahnya dicoba.  
Jika di Amrik, jika ada metode pengobatan baru, maka tidak salahnya ikut mencobanya, sekaligus sebagai terobosan baru jika berhasil. Contoh hasil nyata Clinical Trial di US adalah penggunaan monoclonal antibodies untuk pengobatan NHL (di indonesia masih belum ada), atau kalau di Indonesia adalah penggunaan protokol jogja untuk kemoterapi leukimia dan limfoma yang berbeda dengan protokol standar kemoterapi.

Salah satu yang layak dikaji dan dimasukkan dalam kategori Clinical Trial adalah penggunaan obat-obatan herbal sebagai pelengkap kemoterapi, sebagaimana sudah banyak dibahas bahwa ekstrak daun sirsak memiliki efek menghambat sintesis ATP di sel kanker yang berakibat matinya sel kanker, sangat patut dimasukkan dan dikaji sebagai alternatif baru pengobatan kanker, begitu juga obat herbal racikan komunitas Herbal Indonesia sepatutnya di teliti dan dikaji agar dapat diketahui benar manfaat dan atau efek sampingnya.

Selain kemoterapi, anak saya Fathi juga mengonsumsi obat herbal anti kanker racikan Pak Joko Suryo yang memang banyak yang cocok. selain itu, ekstrak daun sirsak juga merupakan salah satu herbal anti kanker. Meskipun secara medis belum mendapat pengakuan, tetapi tetap yakinlah bahwa itu ikhtiar terbaik kita. Alhamdulillah, dengan kombinasi herbal tersebut, kondisi Fathi saat ini fisiknya mulai membaik. Setelah efek samping kemoterapi pertama yang sangat dahsyat, ketika siklus kedua dan ketiga, efek kemoterapi yang sering kali menakutkan itu dapat dikurangi.Memang, jangan serta merta melepaskan terapi medis yang sejak awal kita pilih, karena sering kali, kanker berkembang lebih cepat dibandingkan dengan kemampuan menyembuhkan herbal yang secara umum bertahap dan cenderung lebih lambat, apalagi jika sudah stadium lanjut.

Tentunya Clinical Trial memiliki faktor ketidakpastian, sehingga kebanyakan dokter memilih memakai metode standar yang sudah mapan dan efek samping serta kekurangannya sudah dipetakan sebelumnya. Sehingga disinilah pentingnya Clinical Trial dan penelitian terhadap obat dan herbal anti kanker, karena sejatinya beberapa obat antikanker sumbernya juga dari tanaman seperti vincristine atau daunorubicin yang asalnya dari bakteri. Agar nantinya ditemukan obat antikanker yang lebih efektif serta memperkaya pilihan metode pengobatan dengan kemoterapi.
  • Perluas Pengetahuan Anda tentang NHL/Tumor/Kanker dan Alternatif Pengobatannya
Sumber informasi tentang NHL dan kemoterapi sudah sangat mudah didapat, khususnya yang berbasis website. Jika memungkinkan, perbanyak pengetahuan anda tentang NHL pada anak, kemudian jika kemoterapi yang anda pilih sebagai pengobatannya, perbanyak pengetahuan anda tentang protokol kemo yang digunakan, termasuk apa saja obat sitostatistika yang digunakan, bisa jadi CHOP atau CVP, atau protokol yang lain. Kenali masing-masing efek sampingnya. terutama jika melibatkan penggunaan Doxorubicin dan jika diharuskan mengkonsumsi prednisone/prednisolone dalam jangka panjang. Secara umum, efek samping kemoterapi NHL dengan CHOP +MTX seperti yang dijalani anak saya adalah efek samping doxorubicin, serta yang paling berbahaya adalah demam neutropenia.

Kenali tanda-tanda efek samping doxorubicin, terutama jika pertama kali kemoterapi,waspada terhadap infeksi sekunder, dan jika mengkonsumsi prednisone, waspada terhadap perubahan perilaku anak, serta waspada terhadap pola makannya. Jangan sungkan bertanya kepada dokter yang merawat apabila ada tanda-tanda efek samping yang muncul.
  • Terakhir, Banyaklah Berdoa
Terakhir, setelah semua ikhtiar dan usaha sudah anda lakukan, dekatkan diri kepada Sang Pencipta. Dalam istilah Islam, inilah saatnya anda tawakkal dan banyak berdoa. Karena, sejatinya semua yang terjadi dalam hidup kita sudah ada jalan ceritanya. Tinggal bagaimana kita menghadapi dan menerimanya.

Begitulah, sedikit cerita dari saya, bagaimana menghadapi dan merawat anak dengan NHL, semoga bermanfaat, terutama bagi sesama keluarga dengan anggota yang didiagnosis NHL.

Thursday, December 19, 2013

Uninstall Mc Afee Agent di MS Windows XP


Sebelumnya MS Windows XP di kantor make Symantec, ndilalah kok tiba-tiba Mc Afee nya muncul ketika Symantecnya di update.. Saya ga tau kok bisa begitu.Yang lebih cilaka lagi, ini salah satu komponennya yang namanya Mc Afee Agent itu ga mau di uninstall. Padahal saya udah enek banget sama ini anti virus hehehe... lha kok pas mau di uninstall yo gak mau juga.

Ternyata eh ternyata, punya saya itu kategorinya di managed alias di install dengan kewenangan Administrator. Nah repotnya, kalo di uninstall dengan cara biasa itu ga akan berhasil. saya juga udah ngikutin cara resminya di helpnya mc afee, juga gagal. Lha ada apa ini? lha wong saya ga pengen make produk ini lagi kok, pas uninstall juga dilarang-larang.

Akhirnya nemu juga caranya untuk uninstall dari blog nya Nicko Vargas, yang kira-kira begini caranya :
  • buka CMD, terus pindah ke direktori C:\Program Files\McAfee\Common Framework 
  • udah itu ketik frminst.exe /forceuninstall, lalu akan muncul jendela uninstallnya mc Afee agent. ikutin sampe selesai uninstallnya.. selesai deh...

Haduh... ini antivirus lama-lama kek surveilance program aja, karena  emang kakinya kemana-mana, dari yang add onnya adobe flash sampe jadi site advisor di internet explorer.

ya sudah, kalo kek ane kejadiannya, silahkan ikutin cara diatas .. semoga berhasil...

next read :
http://lockone.wordpress.com/2013/07/23/mcafee-agent-cannot-be-removed-while-in-managed-mode/
gambar mc Afee juga dari lockone