Wednesday, February 27, 2013

Pelanggaran HAM : Tidak Menyediakan atau Menolak Mengajarkan Agama Sesuai Agama Peserta Didiknya

membaca rubrik Resonansi di Republika.co.id berjudul Sekolah Pelanggar HAM oleh Prof. Azyumardi Azra jadi mikir, mana nih suara para pembela HAM.. ini nih ada pelanggaran atas Hak Asasi Manusia, yakni menghalangi peserta didik mendapatkan pengajaran agama sesuai dengan agama yang dianutnya. Selain melanggar HAM juga melanggar UUD dan UU Sisdiknas tahun 2003. 

Kalo emang mengaku sekolah khusus agama tertentu ya sudah jangan terima peserta didik dari agama diluar agama yang diajarkan di sekolahnya. Gampang tho? 

Kalo memang ga punya duit buat menggaji guru agama, minta ke PEMDA, itu kan tugasnya untuk menyediakan segala sesuatu dalam rangka melaksanakan UU. Kalo PEMDA nya ga mampu masih banyak kok yang bersedia meluangkan waktu buat mengajar. Asal, diberikan jam pelajaran khusus untuk siswa yang berbeda dengan agama resmi sekolah itu.

Kalo masih ga mau?terus maunya apa? katanya Indonesia ini negara hukum, kalo Undang-Undang yang menjadi hukum tertinggi kedua setelah UUD saja dilanggar, mau apa lagi hukum yang dipakai... apakah masih mau memakai hukum rimba, yang kuat dialah yang menang.

"

Sekolah Pelanggar Ham

REPUBLIKA.CO.ID,Oleh: Azyumardi Azra

Sekolah pelanggar HAM? Bagaimana bisa terjadi sekolah yang seharusnya merupakan tempat penyemaian kesadaran dan penegakan HAM, justru melakukan pelanggaran serius. Hal ini terkait dengan kontroversi dan penolakan berlarut-larut lima sekolah Katolik di Blitar beberapa bulan terakhir menyediakan guru Muslim untuk memberikan mata pelajaran agama Islam kepada murid-murid Muslim yang jumlahnya lebih daripada 60 persen total peserta didik sekolah bersangkutan.

Seperti diberitakan banyak media, kelima sekolah Katolik di Blitar tersebut adalah SMP Yohanes Gabriel; SMK Santo Yusuf; SD dan SMP Katolik di Jalan Yos Sudarso; SMK Katolik Diponegoro. Pengurus Yayasan dan Pimpinan Sekolah bersangkutan menyatakan, sekolah mereka adalah sekolah berciri khusus agama (Katolik) ; dan karena itu tidak wajib menyediakan guru agama lain [Islam] sesuai agama peserta didik. Bahwa sekolah Katolik dan juga agama lain seperti Kristen, Islam, Hindu, Budha, Konghucu dan sebagainya boleh memiliki ciri sendiri tidak perlu dipersoalkan lagi.

Hal itu sah belaka sesuai UUD 1945 dan UU tentang Sisdiknas No 20/2003. Meski bercirikan agama, jelas sekolah seperti itu bersifat terbuka, dan karenanya juga bisa menerima peserta didik beragama lain. Karena itu sangat absurd, jika sekolah menolak menyediakan guru—atau menolak menerima guru agama yang disediakan Kemendikbud/Kemendiknas atau Disdik setempat untuk memberi pelajaran agama sesuai agama murid. Sebaliknya, peserta didik justru diwajibkan mengikuti pelajaran agama Katolik sesuai ciri Yayasan atau sekolah bersangkutan. Tak heran jika ada orang berpikir tentang gut motive tersembunyi di balik penolakan itu. Kasus kelima sekolah Katolik di Blitar ini agaknya hanyalah ‘puncak’ dari gunung es lebih besar. Sangat boleh jadi masih sangat banyak sekolah berciri agama bersikap semacam itu.

Padahal jelas penolakan itu merupakan pelanggaran berlapis-lapis. Pertama, pelanggaran terhadap prinsip HAM, bahwa salah satu hak azasi manusia adalah kebebasan memeluk agama dan keyakinannya. Pelanggaran kedua adalah terhadap UUD 1945 pasal 28E ayat 1 yang menyatakan ‘setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran...’ Pelanggaran ketiga adalah terhadap UU No 20/Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang Pasal 12 menyatakan; sekolah wajib menyelenggarakan pendidikan agama sesuai agama peserta didik, yang diajarkan guru seagama dengan murid. Pelanggaran kelima adalah terhadap PP Menteri Agama No 16/2010 tentang Pengelolaan [Penyelenggaraan] Pendidikan Agama di Sekolah. Pelanggaran kelima adalah terhadap prinsip bhinneka tunggal ika, yang menjadi salah satu dari empar bilar negara-bangsa Indonesia. Pilar ini merupakan dasar prinsip dan praktek pendidikan multi-kultural. Dalam paradigma bhinneka tunggal ika, setiap individu, kelompok, dan lembaga masyarakat—termasuk pendidikan—mesti menghormati dan mengakui keragaman, termasuk dalam hal agama, sosial, budaya, dan seterusnya.

Pelanggaran semacam itu sebetulnya tidak baru. Dalam konperensi tentang pendidikan agama di Indonesia yang diselenggarakan sebuah perguruan tinggi di Canberra, Australia, pada 2004 masalah ini juga mencuat. Seorang pembicara yang mewakili lembaga pendidikan Kristiani menyatakan, UU No 20/Tahun 2003 tentang Sisdiknas, khususnya pasal 12 telah melanggar prinsip kebebasan masyarakat menyelenggarakan pendidikan dengan ciri agama masing-masing.

Saya yang juga menjadi pembicara dalam konperensi itu membantah pernyataan tersebut dengan menyatakan sebagian pelanggaran yang disebut di atas. Lagi pula, sekolah berciri agama tersebut merupakan sekolah terbuka; berbeda dengan seminari, pesantren tafaqquh fid-din, atau diniyyah. Lembaga pendidikan seperti ini sangat khusus dan karena itu, tidak ditawarkan secara terbuka, dan peserta didiknya terbatas pada agama tertentu yang kelak diharapkan menjadi fungsionaris agama bersangkutan. Sebaliknya, jika pesantren menawarkan pendidikan umum seperti SD, SMP, SMA, dan SMK secara terbuka dan jika ada peserta didik non-Muslim dalam jumlah sesuai keketentuan UU, sekolah bersangkutan wajib menyediakan guru non-Muslim bagi para peserta didik tersebut.

Pada saat yang sama tidak mewajibkan peserta didik non-Muslim mengikuti mata pelajaran agama Islam. Contoh sangat baik dalam hal ini adalah sekolah-sekolah Muhammadiyah yang terdapat di daerah (provinsi atau kabupaten/kota) mayoritas Katolik atau Kristen (Protestan). Penelitian disertasi DR Abdul Mu’thi yang sudah dibukukan (2011) menemukan apa yang dia sebut peserta didik ‘Krismuha’—Kristiani Muhammadiyah. Sederhananya, dalam konteks ‘Krismuha’, para peserta didik non-Muslim di sekolah Muhammadiyah di tempat tertentu di NTT, Kalteng, dan Papua mendapat mata pelajaran agama (Katolik atau Kristen) yang mereka anut. Akhirnya, HAM dan toleransi tidak cukup hanya wacana. Perlu praktek kongkrit, jelas, jujur, dan ikhlas—termasuk dalam lembaga pendidikan apapun. Jika tidak, sikap semacam itu tak lain, sesuai pepatah: ‘Tiba di mata [sendiri] dipicingkan; tiba di perut [sendiri] dikempiskan’."


next read :
  • http://www.republika.co.id/berita/kolom/resonansi/13/02/27/mivvki-sekolah-pelanggar-ham
  • sponsored by AttaqiGallery

 

Sunday, February 24, 2013

JURUS "DISC" UNTUK MEETING NEGOSIASI

JURUS "DISC" UNTUK MEETING NEGOSIASI

Catatan Ringan by Taufik 92 (Taufikurrahman)


“Respect is a two-way street, if you want to get it, you've got to give it.”
― R. G. Risch

Dengan bersemangat, sang Direktur berpenampilan dandy itu berbicara dan bercerita panjang lebar kepada saya yang berusaha mendengarkannya dengan takzim, sambil menikmati cemilan mix nuts dan kopi di meja. Beliau didampingi sekretarisnya yang tampak tekun mencatat poin-poin penting yang dibicarakan. Begitu semangatnya beliau bercerita, seperti tak pernah kehabisan bahan. Awalnya hanya berbicara soal bisnis, namun kemudian merambah ke berbagai topik, bahkan soal-soal politik, dan akhirnya ujung-ujungnya masuk ke topik yang "menyerempet-nyerempet" dan mengundang gelak tawa kami bertiga.


Whew, rupanya dalam meeting kali ini, saya berhadapan dengan tipe orang yang senang bercerita, suka ngobrol panjang lebar dan senang menyenangkan lawan bicaranya dengan berbagai guyonan lucu. Dari meeting selama dua jam itu, saya hitung-hitung, inti pembicaraan sebenarnya cuma dibahas sebentar dan menghasilkan kesepakatan bisnis hanya dalam waktu lima belas menit saja. Porsi waktu terbesar, apalagi kalau bukan diisi dengan obrolan ngalor-ngidul dengan berbagai topik.


Thursday, February 21, 2013

Manga : Beck (Introduction)

Beck Cover*
Beck bercerita tentang siswa SMP bernama Tanaka yang awalnya ga bisa main gitar, tetapi berubah hidupnya gara-gara ketemu anjing bernama beck. nah, pemilik beck yakni Ryusuke adalah musisi yang lagi mau membangun band rock, dan  akhirnya Tanaka mulai bergabung dalam beck dan menjadi salah satu vokalis dan gitarisnya.

Cerita mengalir seputar bagaimana perjuangan band baru ini, mengawali karier dari Kafe ke Kafe, sampai akhirnya pembubaran Beck setelah festival besar pertama Beck. Dan bagaimana proses pertemuan kembali para personilnya pada saat tour di USA.

Sebenarnya sih lebih asyik nonton animenya, karena lebih terasa atmosfernya dengan alunan dari soundtracknya. Ada dua lagu yang layak di dengar berulang ulang,  yang pertama Moon on Water, dan remake dari lagunya The Beatles, I got A Feeling....




Wednesday, February 20, 2013

Penting : Tambahan Akses Keluar di Stasiun Tanahabang







Sangat penting, tambahan akses keluar masuk kedalam peron Stasiun Tanahabang, karena kapasitas dua akses tiap peron sangat kurang, apalagi saat peak time yakni pagi dan sore saat berangkat dan pulang kantor. Kondisi ini sangat mengganggu  dan menghambat proses perpindahan antar peron atau pada saat harus turun di Tanahabang. 

Yang roker pasti merasakan perjuangannya naik ke atas stasiun dari peron saat berangkat pagi.
Apa susahnya sih PT KAI menyediakan akses yang lebih nyaman untuk mobilitas antar kereta, dengan membangun jembatan penghubung dari peron 2/3 ke peron 5/6, kalo perlu menambah pintu masuk tidak hanya yang ada saat ini.

Alih alih mempemudah akses pemakai kereta berpindah jalur, yang dilakukan malah membuat penyekat di dua tangga akses masuk ke peron, dan membangun pagar antara peron 2/3 dengan 5/6. Memang sih pagar itu dimaksudkan untuk keselamatan penumpang, karena banyak penumpang yang berpindah jalur dengan menyeberangi rel. Tapi itu kan terjadi karena akses antar peron sangat terbatas dan sangat penuh saat pagi dan sore.

So, Stasiun Tanah Abang yang menjadi salah satu stasiun utama tempat berpindahnya penumpang antar jurusan KRL mestinya mempermudah proses perpindahan penumpangnya bukan malah mempersempit ruang gerak dengan memasang penyekat di ruang yang memang sudah sempit.


 
Pembatas yang sia-sia

Next Read :Sponsored by AttaqiGallery


Tuesday, February 19, 2013

Ngimpi : Produksi Spare Part Sepeda

Biopace HP Chainring

Pasar sepeda Indonesia itu ternyata sangat menjanjikan ya, apalagi pabrikan sepeda asli Indonesia itu masih sangat terbatas jumlahnya ( yang masih hidup 3, WIM, Insera, sama Terang). Itupun gabungan produksinya masih kalah dengan jumlah sepeda yang di impor dari luar negeri. Nah lho, belum lagi ngomongin komponen sepedanya,  yang rata-rata masih impor semua ... hayoooo...

Ngomong-ngomong komponen kereta angin, emang ada berapa sih jumlahnya di satu sepeda??? Gambar dibawah ini bisa jadi patokan berapa banyak komponen sepeda..


Wow banyakkan komponen sepeda? belum lagi dengan aksesoris-aksesoris yang lain.. tambah bejibun...
Tapi, ironisnya kebanyakan komponen inti sepeda kita itu berasal dari impor, terutama yang kelasnya medium end class to high end class. Sapa sih yang ga kenal sama Shimano, atau Araya, Atau SRAM, kalau ga Brooks??? sedangkan produk dalam negeri semacam United Component, Genio atau WIM masih kurang dilirik  karena selain memang terbatas produksinya, kualitas nya kok masih dipertanyakan ya.(Kecuali beberapa komponen semisal velg united). 

Kenapa sih, produsen sepeda kita tidak sekalian berinvestasi dan memproduksi komponen-komponen ini?? Apa karena produksi sepeda dan berorientasi ekspor lebih menguntungkan dibandingkan memproduksi komponen-komponen dari berbagai segmen??

Misalnya, untuk pedal saja, produksi United saat  ini yang paling jamak ditemui di bengkel  bengkel di Nusantara, tapi ya kok dipakainya kurang nyamleng dibanding make pedal Wellgo lawas ya?? Bukan karena merek dan impornya, tapi memang kualitas Wellgo masih lebih bagus dibanding United (menurut saya).

Lalu, apa yang bisa kita perbuat dengan keadaan seperti ini??? Menurut saya sih ini "PELUANG BISNIS"
Memang, tidak perlu di borong semua, pastikan ada satu spesial produk dari anda, persis yang dilakukan oleh Chris King dengan produk komsteernya atau Michelin dengan bannya.. atau Brooks dengan Sadelnya.nah buat produksi anda itu sebaik mungkin, kalo perlu pilih konsultan tekniknya, lalu fikirkan marketing strategy.

kalo anda sukses dengan satu produk, baru ekspansi ke produk lain.... gudlak

OOT : maaf saya lagi ngimpi....

Next Read :

Sunday, February 17, 2013

Bahasa : Bahasa Indonesia yang Tidak Baik dan Tidak Benar

Ternyata Bahasa Indonesia itu bener bener susah lho?ga percaya? coba hitung ada berapa yang kesalahan yang telah saya buat dalam satu paragraf ini??? hehehe...

 Apalagi yang sesuai dengan kaidah EYD yang diatur sama Depdiknas itu. Konon sangat susah sehingga untuk mendapatkan sertifikat layak berbahasa Indonesia yang baik dan benar pun susah (Konon, saya juga belum pernah ikutan).

Nah, salah satu contoh sulitnya penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dapat dilihat di gambar dibawah ini
 CD Komplikasi

Pimpinan???

Bener susah kan????

next read :

Permendiknas Nomor 46 Tahun 2009

sponsored by  AttaqiGallery


Thursday, February 14, 2013

5 Hal yang Mirip antara Gugun Blues Shelter dan Beck

  1. Sama sama bukan band pertama tokoh utamanya
  2. Sama sama berawal dari Indie Label
  3. Sama sama mengawali karier menyanyi dari satu kafe ke kafe
  4. Sama sama tidak laku (kurang laku) untuk pasar dalam negeri ( GBS di Indonesia, kalo Beck di Jepang)
  5. Sama sama go Internasional ke amrik dengan beda nama, GBS jadi Gugun Power Trio, kalau Beck jadi Mongolian Chop Squad
  6. Sama sama berakar dari musik blues
  7. sama sama mengadakan tour keliling Amerika
eh ga taunya udah sampai 8 aja listingnya...hehehe.... ya sudah... tentang siapa Beck dan GBS.. kita bahas esok hari... see you....




Jadwal : TOEFTL Test 2013 di LBI FIB UI

semoga bermanfaat

Thursday, February 7, 2013

Ngimpi : Jakarta Bebas dari Macet

Apa sih menariknya dari Jakarta?sampe semua orang berlomba lomba hidup di Jakarta? Kemudahan mencari duit?fasilitas yang lengkap?mudah pulang kampung?Mungkin itu alasan sebagian dari kita untuk tetap tinggal di Jakarta. Padahal, alasan alasan tersebut terkadang tidak relevan lagi. Khususnya  dalam cara pandang saya.

Memang sih gampang cari uang, tetapi biaya hidup Jakarta juga lebih tinggi. Belum lagi faktor jeleknya angkutan umum yang menyebabkan pilihan untuk berpindah tempat sangat tergantung dengan kendaraan pribadi (kalau mau nyaman). Selain itu macet juga makin memperparah biaya yang harus disiapkan untuk transportasi..

Fasilitas lengkap, memang sih. lengkap. akan tetapi kalau tidak dapat menikmati fasilitas tersebut apa gunanya?

Kembali ke judul, dapatkah Jakarta bebas dari macet? kalo mau bermimpi maka jawabannya bisa, tinggal bagaimana cara mewujudkan mimpi itu? Perlu kerja keras, memang, karena Jakarta hidup dari daerah pendukungnya, yang sayangnya berada di luar batas wilayah.
Mewujudkan mimpi Jakarta bebas dari macet juga harus mengurai masalah yang terjadi di daerah pendukung tersebut. Berapa banyak pekerja yang setiap hari pergi pulang Jakarta? Apakah mampu angkutan massalnya menampungnya? Dan jangan lagi berfikir solusi macet adalah pelebaran jalan. Sepanjang apappun jalan raya di bangun, selama kendaraan bermotor pribadi masih menjadi pilihan untuk moda berpindah tempat, selama itu lah akan macet.
Tanda tandanya sudah terlihat, dari bagaimana macetnya Jalur Pantura Jawa saat liburan panjang. Atau sistem buka tutup yang berlaku tiap akhir pekan di jalur puncak
Solusi mengatasi macet juga harus diimbangi dengan kemauan untuk menyediakan transportasi publik yang nyaman,memberikan kemudahan untuk pesepeda dan pejalan kaki, dan tentunya mengubah cara pandang masyarakat yang semakin tidak bersahabat di jalan.

Sunday, February 3, 2013

Promo : Mentari Gratis Whatsapp Setahun, Apa Iya???



Iklan Mentari di KRL Serpong

Kue bisnis telekomunikasi bergerak yang menjanjikan keuntungan besar membuat para pemain berfikir seribu cara agar untung. Salah satunya adalah dengan menonjolkan keunggulan dari produk mereka. Biar para pelanggan balik arah make layanan yang mereka gunakan.

Tapi, sebagai pelanggan jangan anda terlampau terbuai sama janji-janji manis itu, cermati kembali  TOS (term of service) nya kembali, karena kadang kala layanan yang seharusnya memang dapat anda nikmati secara cuma-cuma selama setahun dari penyedianya dijadikan salah satu andalan untuk menggaet pelanggan.

Salah satunya yang dilakukan oleh Indosat Mentari yang memajang jargon "12 bulan unlimited WhatsApp" sebagai salah satu janji manis mereka.

Nah lho, kalo yang belum pernah make whatsapp kan pasti berfikir gratis ei... setahun lagi.. hehehe... padahal kan emang whatsapp itu layanannya setahun gratis dari whatsapps asal langganan data aja alias langganan internet dari provider manapun. Terus gadget anda juga kompatibel make whatsapp.

Nah lho, tapi coba liat di penjelasan di webnya mentari :

"WHATSAPP
Download aplikasi Whatsapp melalui handphone Anda di http://whatsapp.com. Pemakaian Whatsapp gratis dapat dinikmati selama kartu dalam masa aktif"

nah, baca juga keterangan gratis whatsappnya juga ya...
 Nah lho, apa iya kartu perdananya masa berlakunya sampai 12 bulan tanpa isi pulsa dan langganan internet?? kalo iya, apa mungkin anda tidak berlangganan paket internet selama 11 bulan, karena masa aktif paket internet itu cuma 30 hari. Jadi, sebenarnya Indosat udah ngitung mereka tidak akan rugi sama sekali karena pelanggan pasti akan berlangganan paket internet. ya masak, smartphone 11 bulan bisanya cuma bisa whatsapp.... hehehe.....

Next Read :
  • http://www.indosat.com/Personal/Mentari_%28GSM_Prepaid%29
  • http://lampung.tribunnews.com/2012/12/17/indosat-mentari-bidik-pengguna-blackberry-dan-android
  • http://www.whatsapp.com/faq/en/general/23014681 
  • sponsored by AttaqiGallery