Wednesday, December 1, 2010

Journey to School of Universe Parung

School of Universe Parung, adalah tujuan perjalanan kali ini. School of Universe adalah sekolah dengan konsep berbeda jika dibandingkan dengan sekolah-sekolah lain. Sekolah ini berkonsep sekolah yang metode pembelajarannya menekankan pengalaman pribadi siswa dalam keseharian sebagai sarana pembelajaran yang lebih efektif dibandingkan jika harus berada di dalam kelas yang biasanya teras mengungkung. Maka, tak heran jika  berkunjung ke School of Universe anda tidak akan menemui bangunan sekolah yang megah dengan ruangan berbentuk kotak dan jajaran meja dan kursi. Yang akan menyambut anda di sana adalah rimbunnya pepohonan serta ruang kelas yang lebih mirip saung-saung, serta tentunya lapangan yang luas.

Model School of Universe sangat mirip dengan apa yang digambarkan oleh Tetsuko Kuroyanagi dalam bukunya Totto Chan : Gadis Kecil di Jendela, yang menceritakan pengalaman Totto Chan bersekolah yang tidak hanya mementingkan pembelajaran secara kognitif saja, tapi lebih dari itu, sekolah juga mempersiapan para siswanya untuk dapat menjalani kehidupannya dengan melatih mental, emosi, juga akhlaknya. Model sekolah ini yang sekarang kita kenal sebagai sekolah alam.

Kembali ke School of Universe, perjalanan menuju parung ditempuh dengan waktu satu jam dari Bintaro Jaya. Dengan membawa fathi dan faihana, ini adalah perjalanan paling jauh yang kami lalui memakai motor. Hambatan terbesarnya adalah saat fathi tertidur. Duh susah banget, apalagi fathi berada di depan.

bersambung...

NB : alamat Sekolah Alam Parung

School of Universe
Jl. Raya Parung 314
Desa Lebak Wangi RT 03/01
Kel. Pemagar Sari
Kecamatan Parung
Kab Bogor KM 43
Kode Pos 16339

T: (021) 70728811
website : http://www.sou.sch.id/

Sunday, November 28, 2010

KDE 4 Window, Installation Step

Pernah denger KDE? KDE singkatan dari K Desktop Environment yakni salah satu GUI yang ada di lingkungan GNU/Linux/Unix. selain KDE masih ada GNOME, XFCE, LXDE dan beberapa GUI Desktop environment yang lain.


Tapi, buat yang pengen ngerasaain GUI nya KDE tetapi tetap di dalam OS window, ada KDE for Windows. KDE for Windows dijalankan persis seperi halnya aplikasi windows lainnya.

lalu bagaimana cara installnya? inilah caranya :

1. Siapkan mental anda dulu :D

2. download installernya dulu dari sini KDE for Windows , ini installer yang akan mendownlod semua aplikasi yang dibutuhkan untuk menjalankan KDEnya. ukurannya sekitar 1,9 mb.

3. setelah itu, buka dengan double klik, dan akan muncul dialog seperti ini..



pilih install from di internet, kalo belum pernah install. lalu klik next.

3.setelah itu, silakan isi yang lain sesuai kebutuhan anda. jangan lupa pilihan mau install MingWG4 atau MSVC, mending install MSVC aja.

jangan lupa pilih jadi package manager, biar mudah nambah ngurang program.



4. terakhir, anda akan download list aplikasi apa saja yang akan di install, dan memilih mau download dari server yang mana, pilih server terdekat, misalnya kalo di jakarta pilihlah server kambing . seperti halnya SS berikut ini :


Saturday, November 20, 2010

From Pinux to Lenny

Berikut ini adalah daftar disro GNU/Linux yang pernah saya coba baik install di Harddisk, Virtual Machine, maupun Live CD/Live USB. Silakan Menikmati :

1. Pinux


2. Knoppix

3. Ubuntu

Thursday, November 18, 2010

Breaking News : RIP STAN

Sebenarnya sih bukan berita baru banget, karena ini adalah babak akhir dari pergulatan tentang status hukum  STAN sejak lama. Sejak bernama STAN/Prodip  Keuangan sampai dengan sekarang. Sejak berstatus satker dibawah kementerian keuangan sampai menjadi satker BLU.


Pergulatan tersebut sebenarnya mulai terlihat hasilnya dengan disahkannya UU Sisdiknas yang pada intinya tidak mengakui adanya PTK, karena semua pendidikan seharusnya berada dibawah kewenangan Kemendiknas.


Gong terjadi pada awal januari 2010 dengan keluarnya Peraturan Pemerintah No 14 tahun 2010 tentang Pendidikan Kedinasan. Secara jelas, eksistensi STAN akan berakhir begitu masa peralihan selama 5 tahun berakhir, berakhir pula sebenarnya  STAN secara de jure. STAN tidak lagi menjadi PTK dibawah Kementerian Keuangan tetapi harus memilih tiga alternatif yang kesemuanya memindahkan status STAN menjadi instansi dibawah Kemendiknas. berikut ini adalah potongan dari aturan peralihannya :


"b. Untuk pendidikan kedinasan yang peserta didiknya   bukan pegawai negeri dan bukan calon pegawai   negeri, tersedia 3 (tiga) alternatif penyesuaian:


1) pendidikan kedinasan yang bersangkutan dialihstatuskan menjadi badan hukum pendidikan, yang kementerian lain atau LPNK yang   bersangkutan  sebagai pendiri    memiliki      representasi dalam organ representasi pemangku    kepentingan, untuk     memenuhi       kebutuhan  sektoral yang berkelanjutan dan memerlukan pengawasan dan penjaminan mutu yang ketat   dari    kementerian   lain  atau    LPNK yang   bersangkutan;


2) pendidikan     kedinasan   yang     bersangkutan diintegrasikan dengan perguruan tinggi negeri   tertentu dan setelah integrasi diadakan kerja   sama dengan kemasan khusus untuk memenuhi   kebutuhan sektoral yang bersifat temporer dan  memerlukan pengawasan dan penjaminan mutu   yang ketat dari kementerian lain atau LPNK yang   bersangkutan;


3) pendidikan     kedinasan   yang     bersangkutan   diintegrasikan dengan perguruan tinggi negeri   tertentu atau diserahkan kepada pemerintah   daerah jika kebutuhan akan pengawasan dan   penjaminan mutu yang ketat dari kementerian   lain atau LPNK yang bersangkutan rendah."


STAN kan mendidik tidak hanya PNS yang melanjutkan D4, tetapi sebagian besarnya kan mendidik D3 yang belum CPNS ataupun PNS, sehingga STAN menjadi sasaran tembak pertama. Karena untuk memenuhi prasyarat agar tetap dipertahankan sebagai PTK adalah adanya kebutuhan khusus, spesialisasi, dan mahasiswanya bersatus CPNS dan atau PNS. Apalagi dulu pernah ada "STAN Swasta" (julukan untuk spesialisasi Aktuaria dan Analis Efek yang ada SPP dan Uang Kuliahnya) yang memang benar-benar tidak terkait dengan tugas dan fungsi Kementerian Keuangan.


Sedangkan PTK-PTK di bawah Kementerian yang lain sebagain besar mahasiswanya adalah CPNS dan atau PNS, spesialis, dan khusus,maka kemungkinan besar akan memilih opsi mempertahankan eksistensinya, karena memang sesuai dengan opsi a nomor 2 dalam pasal 24 PP Nomor 14 Tahun 2010 sebagai berikut :


"a. Untuk pendidikan kedinasan yang peserta didiknya pegawai negeri dan calon pegawai negeri, baik pusat maupun daerah, tersedia 4 (empat) alternatif penyesuaian:


1) pendidikan kedinasan yang bersangkutan dijadikan pendidikan dan pelatihan pegawai yang  diselenggarakan oleh Kementerian, kementerian lain, atau LPNK yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, untuk memenuhi kebutuhan akan keterampilan pegawai;


2) pendidikan kedinasan yang bersangkutan dipertahankan tetap menjadi pendidikan kedinasan yang memenuhi semua persyaratan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah ini, untuk memenuhi kebutuhan akan pendidikan  profesi, spesialis, dan keahlian khusus lainnya;


3) pendidikan kedinasan yang bersangkutan dialihstatuskan menjadi badan hukum pendidikan, yang kementerian lain atau LPNK yang bersangkutan sebagai pendiri memiliki representasi dalam organ representasi pemangku kepentingan, untuk memenuhi kebutuhan akan pendidikan menengah,  pendidikan tinggi vokasi, dan pendidikan tinggi akademik;


4) pendidikan kedinasan yang bersangkutan dialihstatuskan menjadi badan hukum pendidikan, yang kementerian lain atau LPNK yang bersangkutan sebagai pendiri memiliki representasi dalam organ representasi pemangku


kepentingan, untuk memenuhi sekaligus semua kebutuhan sebagaimana  dimaksud pada huruf a angka 1), angka 2), dan angka 3)."


Dengan terbitnya PP ini, masa hidup STAN tinggal 4 tahun lagi, dan jika tidak dilakukan perubahan status mahasiswanya menjadi CPNS dan PNS, maka tidak akan ada lagi STAN seperti yang kita kenal seperti saat ini.


So, kita harap ada perubahan agar tidak terjadi kabar duka berhembus 4tahun  dari sekarang berbunyi RIP STAN.


sumber :


1. Milis STAN


2. PP 14 Tahun 2010


 


*Turut Berduka atas wafatnya Bapak Eli Tamba, kasubdit di Dit.APK

Wednesday, November 17, 2010

Music Combo Hitlist Komplit KFC, menu makanannya salah satunya CD musik.


Pernahkah anda memesan makanan di restoran dan ditawari oleh pelayannya paket yang salah salah satu item dalem menu paket tersebut adalah CD Music? kalo belum silakan anda pesan menu paket Music Combo Hitlist Komplit dari waralaba KFC, maka anda akan mendapatkan menu makanan berupa 2 buah wing, 2 frestea, 2 nasi, 2 produk goceng, dan 1 buah CD.


Tapi jangan salah, CD yang anda dapatkan tersebut tidaklah gratis atau sebagai hadiah, karena ternyata KFC menjual CD yang dijadikan satu paket dengan makanan?waktu di depan memang tidak terlihat harga CDnya yang ada adalah harga totalnya yang sekitar 60an ribu, sedangkan harga CDnya sekitar 30 ribu rupiah. barulah setelah anda menerima struk anda akan tahu kalau CD tersebut termasuk komponen yang harus kita bayar.


Jadi, apakah KFC sudah berganti izin usaha dari penjualan makanan cepat saji menjadi menjual CD Music Cepat saji?karena kalo kita tidak jeli, kemungkinan besar anda akan ditawari paket ini, meskipun tidak berfikir untuk memesan CD nya juga.


Lalu, sebagai konsumen sebaiknya kita memang cerewet untuk bertanya sejelas-jelasnya produk yang akan kita beli agar tidak salah pilih setelah membayar terutama untuk produk-poduk yang lagi promosi seperti kampanya 6 waspadanya YLKI yaitu :


1. Kritis terhadap iklan dan promosi dan jangan mudah terbujuk;
2. Teliti sebelum membeli;
3.  Biasakan belanja sesuai rencana;
4. Memilih barang yang bermutu dan berstandar yang memenuhi aspek keamanan,  keselamatan,kenyamanan dan kesehatan;
5. Membeli sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan;
6.  Perhatikan label, keterangan barang dan masa kadaluarsa;


Jadi, sekali lagi kalimat terkenal dari Bang Napi di acara sergapnya RCTI yakni waspadalah dst, dapat kita adopsi disini menjadi "Waspadalah sebelum membeli, waspadalah waspadalah, karena kesalahan membeli bukan saja karena kesalahan anda tetapi juga kurangnya informasi anda."


sumber :


1. YLKI
2. KFC


sumber gambar : http://www.kfcindonesia.com/images/stories/menukfc/2009/music-kombo.jpg




Berita Singkat: Ralat, Ternyata Prof Bambang

Setelah membaca dengan teliti postingan om Ossie di milis, ternyata memang Prof Bambang S beranggapan bahwa pola pendidikan in breeding di STAN adalah akar dari korupsi di Kementerian Keuangan, jadi berita saya salah dan beritanya di Suara Merdeka memang sesuai dengan komentar Prof BS.

Tuesday, November 16, 2010

Berita Singkat: Pertemuan Prof Bambang Sudibyo dan Ikanas STAN

Setelah sekian lama menjadi berita hangat di dalam milis ikanas STAN, akhirnya hari ini Prof. Bambang Sudibyo bertemu dengan Bang Ossie dan kawan kawan di Jakarta Selatan dalam sebuah acara silaturrahim. dalam acara tersebut, pak profesor mengatakan bahwa pernyataan yang keluar di media bukanlah inti dari pernyataan beliau di dalam seminar tersebut.


Jadi, kasus selesai dengan catatan yang kita dapat ambil adalah kita harus berhati-hati kalau mengeluarkan pernyataan terutama jika diliput oleh media massa.


Salut buat bang Ossie dkk.


sumber : Milis IKANAS STAN

Friday, November 12, 2010

Pemanasan Global dan Meletusnya Merapi....

Meletusnya Gunung Berapi aktif semacam Merapi adalah sebuah keniscayaan. Sama seperti terjadinya gempa di pesisir barat pulau Sumatra dan pesisir selatan Jawa. hanya yang jadi masalah adalah kapan dan seberapa besar letusan tersebut. Lagi -lagi manusia tidak dapat meramalkannya. Yang dapat dilakukan adalah meminimalkan risiko jatuh korban jiwa melalui pengamatan kegunungapian yang dilakukan oleh PVMBG Kementerian ESDM serta memanfaatkan kearifan lokal dalam manajemen bencana.


Merapi tak pernah ingkar janji, begitulah komentar dari kepala PVMBG Surono tentang letusan Merapi tahun ini. Merunut kebelakang, Merapi konstan mengeluarkan awan panas dengan jangka waktu 2 tahun sampai 5 tahun. Penyebabnya, lagi-lagi kita tidak tahu. Ada yang menyatakan bahwa terjadinya gempa bumi dapat menyebabkan  aktivitas vulkanik gunung yang menjadi pujaan masyarakat DIY ini meradang, tapi belum tentu hal itu benar. bukankah pada tahun 2006 gempa lumayan hebat melanda jogja? memang merapi juga erupsi terlebih dahulu. jadi tidak terlalu bereaksi terhadap gempa tersebut.


Jika kita lihat riwayat merapi, dari tahun ke tahun merapi tidak pernah tidur, terus bergejolak dan membangun diri. memang yang terlihat aktivitasnya hanya erupsi yang berjangka waktu 2 tahun sampai dengan 5 tahun. Akan tetapi, sejatinya diantara erupsi-erupsi tersebut, merapi tetap bergejolak bahkan sampai setahun lamanya.


Letusan tahun ini merupakan anomali dari karakteristik Merapi yang selama ini dikenal orang. Merapi adalah tipe gunung yang gejala erupsinya berupa gempa vulkanik, luncuran awan panas, dan guguran kubah lava. Tetapi letusan tahun ini merupakan letusan eksplosif yang sangat merusak dan sangat besar dampaknya. Sampai hari ini korban tewas telah mencapai 200 jiwa lebih. Hujan abu dan kerikil sempat mewarnai kota Jogja, luas jangkauan awan panas nya juga lebih dari 15 Kilometer. Abu merapi juga sampai di bandung dan bogor.


Menurut pakar vulkanologi Jepang dari Universitas Kyoto, Masato Iguchi, kubah lava Gunung Merapi telah berubah, "Proyek Merapi is not style anymore," ujar Iguchi (Republika Online). Apakah perubahan kubah lava ini akibat dari perubahan tabiat merapi?Kita tidak tahu, karena Iguchi tidak menjelaskannya secara lengkap.


Lalu hubungannya apa Meletusnya Gunung Merapi dengan Pemanasan global yang sedang melanda saat ini? Secara langsung tidak ada. Pemanasan global terjadi karena konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer makin besar, akibatnya ozon berkurang dan berlubang (begitu katanya). Nah, saya percaya bahwa bumi memiliki cara untuk menyeimbangkan dampak dari efek rumah kaca ini, salah satunya adalah dengan letusan dan erupsi gunung berapi. Sebagai contoh, Letusan Krakatau tahun 1883 menyebabkan dunia berubah warna. Debu dari letusan Krakatau menyebar hingga 2.500 km terbawa angin segera setelah letusan terjadi. Partikel gas dan sulfur dioksida bergabung dengan hidrogen di stratosfer menghasilkan hujan asam sulfur. Aerosol yang dihasilkan juga menghalangi sinar matahari dan menurunkan suhu di 70% belahan dunia walaupun tidak seluas dari letusan Tambora (1815). Setidaknya 3 tahun lamanya langit dunia membiaskan warna yang tidak biasa dan adanya efek halo pada matahari dan bulan.


Begitu juga dengan letusan Gunung Tambora yang diklaim sebagai letusan terbesa yang tercatat sejarah, menyebabkan perubahan iklim dan membuat tahun itu dikenal sebagai tahun tanpa musim panas. Belum lagi letusan dahsyat Toba yang tidak tercatat sejarah, maupun letusan gunung Pinatubo di Filipina, serta letusan Gunung Eyjallajyaojul di Islandia.


Lalu apa peranan Letusan gunung berapi terhadap pendinginan bumi? Setidaknya ada dua hal penting dari letusan gunung berapi yang berperan dalam proses penurunan suhu bumi. Pertama adalah abu vulkanik yang dilontarkan ke atmosfer dan menciptakan lapisan debu yang menutupi langit bumi. Lapisan ini mencegah sinar ultraviolet matahari sampai ke bumi yang menyebabkan turunnya suhu global.


Elemen kedua adalah gas vulkanik yang terdiri atas belerang (SO2) dan campuran gas lainnya. Belerang menciptakan efek yang sama dengan abu vulkanik terhadap atmosfer dan suhu bumi, yakni menurunkan temperatur dengan cara membentuk aerosol yang memantulkan sinar matahari.


Lalu, Gunung Seperti apa yang berpotensi menurunkan suhu bumi dengan letusannya?yang pasti adalah gunung yang memiliki tipe stratovolcano dengan potensi debu vulkanik yang dihasilkan besar seperti krakatau dan tambora dahulu, maupun Merapi saat ini, lalu gunung dengan potensi gas SO2 yang besar seperti Kilauea, dan bromo. maupun kombinasi keduanya. Tinggal pertanyaannya kapan dan gunung mana yang akan meletus, hanya Pemilik Alam lah yang tahu.


sumber :


1. republika online



2. volcano.edu


3. thinkquest>


4. karduskubus

5.kompas


6. hawai

Monday, November 8, 2010

Berita Singkat : Pameran Perbendaharaan 2010

Dalam rangka peringatan 64 tahun ORI, Ditjen Perbendaharaan mengadakan Pameran yang dilaksanakan mulai hari ini, selasa 09 Noember 2010 bertemat di Gedung Pertemuan Gedung Prijadi Praptosuhardjo. Dit TP juga berpartisipasi dengan membuat booth tentang SPAN sekaligus sebagai sarana komunikasi kepada masyarakat

Prof. Bambang Sudibyo dan STAN, Tanya Kenapa?

Berawal dari pemberitaan di Suara Merdeka tanggal 05 Nopember 2010 tentang Usulan mantan Mendiknas Prof. Bambang Sudibyo yang menurut koran tersebut mengatakan sebaiknya STAN ditutup, menjadi berita hangat di kalangan alumni STAN.


Lalu sebenarnya siapa yang salah, Profesornya yang katanya bilang STAN sebagai satu-satunya pemasok calon PNS DJP atau wartawannya yang salah kutip.


Kalo memang profesornya yang bilang begitu berarti beliau tidak pernah mengikuti berita dan mungkin tidak prnah mengikuti perkembangan  kementerian keuangan khususnya proses penerimaan CPNS tahun 2010, karena baru saja Kemenkeu menerima CPNS dari S1, dan sebagian besar tentunya akan masuk ke Dirjen Pajak, karena memang DJP lah salah satu tulang punggung Kemenkeu. Beliau juga akan menafikan penerimaan CPNS tahun lalu dan tahun 2001.


Kalo yang salah kutip wartawan SM cyber, wartawannya kok ya tidak melakukan cek ulang ke DJP atau tanya kepada yang lebih tau kalo tidak tau. Seharusnya berita jurnalistik mencerahkan dunia ini, bukan menimbulkan polemik seperti saat ini.


Poin kedua adalah jika alasan STAN ditutup hanya karena ada alumninya yang korupsi seperti Gayus, lalu apakah semua Perguruan Tinggi di Indonesia ini harus di tutup jika ada alumninya yang korupsi? Alasan ini akan menafikan peran alumni STAN yang tersebar mulai dari ujung barat sampai ujung timur NKRI. Mulai dari Tahuna sampai Timor, serta peran orang-orang hebat di KPK seperti Bapak Amin Sunaryadi dan yang lainnya. Alasan ini juga menafikan peran sahabat-sahabat di Ditjen Bea Cukai yang menjadi tulang punggung menjaga negara ini dari penyelundupan khususnya penyelundupan narkotika dan zat adiktif. mereka yang dengan dedikasinya telah menyelamatkan banyak anak bangsa dengan mencegah masuknya barang-barang haram semisal heroin berharga milyaran rupiah dan mereka yang rela hidup jauh dari kemewahan kota besar demi tugas.


Jadi, wasiat nabi agar melakukan tabayun sebelum memberitakan sesuatu dan atau ketika mendengar berita yang belum jelas tidak boleh ditinggalkan. untuk kasus ini, sebaiknya prof. BS melakukan klarifikasi, begitu juga dengan SM yang memuat berita ini, selain itu, ketua IKANAS om Osi sebaiknya juga secepatnya meminta klarifikasi kepada yang bersangkutan, agar polemik ini segera tuntas.


Terakhir, mungkin ini cara untuk menyatukan alumni STAN yang selama ini terkesan terkotak-kotak dan tidak menyatu..


sumber :


1. Milis IKANAS.


2.  Suara merdeka

Friday, November 5, 2010

19 Gunung Api Berstatus Waspada, 2 Siaga dan 1 Awas

21 Gunung Berapi di Indonesia Berstatus Waspada, Siaga, dan Awas
Senin, 01 November 2010 17:48 Dwi Hardianto

Aktivitas vulkanik sejumlah gunung berapi di Indonesia kembali meningkat pasca meletusnya Gunung Merapi. Berdasarkan pantauan Pusat Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) ESDM, ada 21 gunung api tipe A yang status keamanannya tidak normal.

”Dari 68 gunung berapi tipe A di Indonesia yang kami pantau, 18 gunung di antaranya berstatus waspada, 2 siaga dan 1 awas," kata Kepala Sub Bidang Pengamatan Gunung Berapi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agus Budianto.

Gunung yang berstatus waspada adalah: 1) Gunung Sinabung (Karo, Sumut). 2) Gunung Talang (Solok, Sumbar). 3) Gunung Kaba (Bengkulu). 4) Gunung Kerinci (Jambi). 5) Gunung Anak Krakatau (Lampung). 6) Gunung Papandayan (Garut, Jabar). 7) Gunung Slamet (Jateng). 8) Gunung Bromo (Jatim). 9) Gunung Semeru (Lumajang, Jatim). 10). Gunung Batur (Bali). 11) Gunung Rinjani (Lombok, NTB). 12) Gunung Sangeang Api (Bima, NTB). 13) Gunung Rokatenda (Flores, NTT). 14) Gunung Egon (Sikka, NTT). 15) Gunung Soputan (Minahasa Selatan, Sulut). 16) Gunung Lokon (Tomohon, Sulut). 17) Gunung Gamalama (Ternate, Maluku Utara). 18) Gunung Dukono (Halmahera Utara, Maluku Utara).

Gunung yang berstaus siaga adalah: 1) Gunung Karangetang (Sulut). 2) Gunung Ibu (Halmahera Barat, Maluku Utara).
Dan, gunung yang berstatus awas adalah: Gunung Merapi di Sleman, Yogyakarta.

Tipe Gunung

Gunung tipe A adalah gunung yang pernah bererupsi sekurangnya satu kali sesudah tahun 1600. Gunung tipe B adalah gunung yang sesudah tahun 1600 tidak lagi mengalami erupsi. Gunung tipe C adalah gunung berapi yang erupsinya tidak diketahui dalam sejarah manusia, atau tidak ada catatan letusannya.

"Ini kami sampaikan agar masyarakat waspada, karena gunung-gunung itu sering didaki, untuk jalan-jalan, dan banyak aktivitas warga di sekitarnya. Dengan pemberitahuan ini agar masyarakat memperhatikan ketika terjadi hembusan awan panas," lanjut Agus.

Status bahaya level I atau aktif normal artinya, berdasarkan pengamatan visual, kegempaan, dan gejala vulkanik lainnya tidak memperlihatkan adanya kelainan.

Level II atau waspada berarti, ada peningkatan kegiatan berupa kelainan yang tampak secara visual atau hasil pemeriksaan kawah, kegempaan, dan gejala vulkanik lain.

Untuk level III atau siaga, terjadi peningkatan pengamatan kawah secara visual, kegempaan, dan metode lain yang saling mendukung.

Sedangkan level IV atau awas, letusan awal mulai terjadi berupa abu atau asap. Biasanya akan akan diikuti oleh letusan utama. (Dwi H)

sumber :
sabili

Thursday, November 4, 2010

Kartun kartun karya Pegawai Perbendaharaan

Jadi Pelayan memang tugas utamanya melayani. Tidak terkecuali juga para pelayan masyarakat yang bertugas di Ditjen Perbendaharaan tugas utamanya melayani satker yang akan melakukan proses pelaksanaan anggaran dari proses penerbitan DIPA sampai penyusunan LKPP. Tetapi, hal tersebut tidak lantas mematikan kreativitas mereka dalam berkarya seni. Buktinya pada perlombaan karikatur tentang perbendaharaan setahun yang lalu cukup banyak dari pgawai yang mengirimkan karya karikatur mereka dengan bermacam tema mulai dari berantas korupsi sampai isu tentang tuntutan profesionalisme.


Berikut ini adalah beberapa kartun/karikatur pemenang lomba karikatur dalam rangka kompetisi kompetensi perbendaharaan 2009.


1. stop korupsi



2. Reformasi Birokrasi



3. Jembatan reformasi


4. Timbangan


Itulah coretan perasaan para pegawai yang setidaknya memberikan gambaran tentang kegamangan mereka memasuki era baru serta tekad mereka untuk memberantas korupsi.

entahlah....

sumber :
perbendaharaan.go.id

Miss SPAN

Perkenalkan .. Miss SPAN ikon terbaru dari pengelolaan perbendaharaan di Republik tercinta ini...Miss SPAN lahir dari rahim reformasi birokrasi yang telah berjalan di Kementerian Keuangan sejak 6 tahun lalu. Tugasnya tidak sederhana, Miss SPAN harus mampu memberdayakan SDM ditjen Perbendaharaan agar mampu bersaing di era Teknologi Informasi dan konvergensi saat ini. Tugas maha beratnya termasuk mengubah pola pikir masyarakat Perbendaharaan yang selama ini lebih percaya pada kebenaran formal dalam  salinan berbentuk kertas, menjadi lebih percaya pada salinan digital sebagai dasar pengambilan keputusan.



Tugas yang maha berat memang, tapi demi kebaikan bangsa dan transparansi pengelolaan keuangan negara, tugas tersebut tidak dapat dihindari oleh Miss SPAN. Tentunya  Miss SPAN tidak bergerak sendiri, ada tim besar yang menjadi penyokongnya, ada sistem informasi baru yang akan memudahkan pekerjaan para pegwai nantinya, tentunya ada keinginan berubah yang besar pula dari para stakholdernya.


Tim itu bernama RPPN dengan pengayom adalah Menteri Keuangan beserta staff ahli menteri bidang IT, dan para pemimpin Eselon I, para Direktorat, dan semua pihak yang terkait dengan pengembangan SPAN.


Sistem nformasi baru tersebut adalah Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara beserta sistem nofrmasi terkait lainnya semisal MPN G2, Aplikasi Satker, Pintar serta sistem lain yang terkait.


Lalu yang tertpenting adalah ada komitmen untuk berubah dari semua elemen bangsa ini demi perbaikan bersama...


Long Live Miss SPAN...


makin

Monday, November 1, 2010

Empat Tahun Bersama



Empat Tahun Bersama




Oktober 29, 2010 oleh faihanahikarifirdaus




Waktu terus berjalan, tak terasa hari tlah dilalui.. Dalam tawa dan canda, dalam sedih dan duka.. Selalu ada tawa, walau terkadang ada duka, itu biasa… Romantika rumah tangga, walau berusaha mengerti tapi tetap masih yang tersembunyi… Walau berusaha untuk mandiri tapi akan lengkap bila berpadu.. Walau berusaha untuk menerima tapi kadang ada kecewa… Dalam usaha untuk optimal tapi fakta belum sempurna..

Terlahir dari latar berbeda, terbesar dari lingkungan tak sama, terdidik dari institusi berjauhan…. Mengenal tidak cukup setahun dua tahun, tapi butuh waktu bertahun tahun… Mengerti dan memahami bukan butuh waktu sekejap tapi bisa sepanjang hayat…

Berjuang dan berjuang… Bertahan dan bertahan adalah utama… Saling memberi adalah kewajiban… Mengerti dan memahami adalah kebutuhan… Tiada yang sempurna kecuali Yang Kuasa. Banyak kekurangan itu biasa, tapi kebaikan berselimut bagaikan lautan…

Doa dan doa selalu dipanjatkan, moga kelanggengan berada di dunia akhirat…. Keberkahan selalu melimpah, keturunan yang sholih dan sholihah…

Cobaan selalu dikuatkan, kebahagiaan selalu kepancar… Dalam sujud dan syukur, semoga kemudahan selalu sejalan….

Empat tahun telah terlewati semoga kebersamaan mengalir selalu….  Menjaga janji suci dengan Keagungan Illahi….

*29 Oktober 2006 – 29 Oktober 2010 (Buah cinta Fathi Muhammad At Taqi dan Faihana Hikari Firdaus, sebagai menenang dan penetram jiwa. Moga hidayah selalu menghiggapi keluarga kami. Amin..)


BUMI SEDANG MENATA DIRI




November 1, 2010 oleh faihanahikarifirdaus


Kebanyakan orang bilang “bencana ada di mana-mana”. Gempa dan tsunami, gunung meletus, banjir, longsong dan lain sebagainya. Semua melanda bertub-tubi dan silih berganti di negeri ini. Negeri tercinta Indonesia.




Apakah ALLAH sedang murka? Apakah ALLAH sedang memberi azab kepada kita? Apakah ALLAH sedang menguji kita?


Pertanyaan yang selalu diutarakan banyak orang. Tapi semua hanya sebatas bertanya dan bertanya, jawaban dengan segala asumsi dan persepsi masing-masing…


ALLAH Maha Kuasa, ALLAH Maha Besar, ALLAH Maha Kehendak, ALLAH Maha Pengasih dan Penyayang…


Semua kejadian adalah kuasaNYA. Semua kejadian adalah KebesaranNYA. Semua kejadian adalah Kehendaknya. Dan semua kejadian adalah karena kasih dan sayangNYA.


Bumi kita sedang menata diri, tentu saja karena kuasa ALLAH, Kebesaran ALLAH, Kehendak ALLAH, kasih dan sayang ALLAH.


Gempa dan Tsunami, negara kita memang terletak di lempengan dan patahan bumi ini, sudah hal biasa bila terjadi gempa yang kadang kala disertai dengan tsunami.. Karena dengan adanya pergerakan lempeng dan patahan akan mengkokohkan kedudukan bumi itu sendiri. Manusia yang disertai akal pikirannya yang seharusnya jauh2 hari bisa tanggap dan antisipasi untuk menanggulanginya…


Gunung meletus,  gunung yang begitu indah selalu dijadikan kambing hitam jika terjadi “bencana” karenanya, padahal dibalik semua itu anugerah ALLAH jauh lebih besar. Batuan dan pasir yang menjadi tumpuan jalan mencari nafkah, tanah nan subur dan gembur, sebagai jalan pemakmur ummat. Jadi di manakah yang salah?


Banjir, melimpahnya air kenapa bisa menjadi “bencana”? Tidakkah akan sangat “menderita” dengan kekurangan air? Dalam kekurangan selalu ada kelimpahan. Kok bisa?


Longsor, betapa indahnya kontur tanah di negeri Indonesia ini.. Dengan berbagai liukan yang mempesona? Tapi kenapa bisa menjadi “bencana”?


Sungguh, Semua penuh dengan rahmat dan anugerah. Keindahan dan manfaatnya selalu dirasa. Tapi akibat kesalahan manusia, rahmat itu menjadi dicerca… Mau menjadi apa kita? Sebuah amanah yang disalahguna dan artikan…


ALLAH Maha Kuasa, ALLAH Maha Besar, ALLAH Maha Kehendak, ALLAH Maha Pngasih dan Penyayang…


sumber : www.faihana.wordpress.com




Sunday, October 31, 2010

My Salary Vs Overall IT Analyst Salary

wow.. ternyata.. lumayan jauh juga gap antara total pendapatan ku setahun sama sistem analist di indonesia...

 

20 juta man setahun...

 

mau gimana lagi.. saya juga analis sistem meskipun PNS.

ga percaya... nih... gambarnya...

padahal gaji plus tunjangan ku cuma 50 jutaan lebih dikit... aduh duh nasib PNS...

Tuesday, October 5, 2010

The Story of Carolyn Ulrich

Origins of Systematic Serials Control


Remembering Carolyn Ulrich





Reference Services Review, 1988, vol. 16, issue 2. Reprinted with permission from Pierian Press .



Charles D. Patterson, Column Editor, Landmarks of Reference
Patterson was professor of library science at Louisiana State University in Baton Rouge


"The public demand will soon force upon our attention the fact that libraries must provide a method adequate to the tremendous task of making immediately accessible the vast amount of material contained in current periodicals, and also that libraries must maintain a staff adequate to assist the research worker. The future of the large current periodical room lies in blending the aspect of a reference library and a general circulating library." (CUR, October, 1926)


The January 1987 issue of Access , a quarterly update from R.R. Bowker Company, contains a brief article entitled "Ulrich's: A Prime Source in Any Format." This short piece tells us that 1987 marked the silver anniversary of the founding of Ulrich's International Periodicals Directory and that we have good reason to celebrate. The reason is that Ulrich's, and its sister publications, Irregular Serials and Annuals and Bowker's Serials Database Update , are now available on CD-ROM and known as Ulrich's PLUS . The article states that "this electronic disc format offers high speed access, multiple search points and ease of use." The article also informs us that data for Ulrich's are continuously revised and updated by no less than thirteen editors who have multilingual skills and whose combined efforts provide indepth profiles of seventy thousand serials and thirty-five thousand irregulars published worldwide, that there are updates for more than sixty-five thousand entries, and that there is a "descriptive analysis of the content and point of view of each publication." And, finally, that all periodicals are subject indexed. 1


This statistical information is impressive and one marvels at what modern technology combined with creative know-how has done with an idea that began in the mind of one librarian whose first monographic publication was known as Periodicals Directory: A Classified Guide to a Selected List of Current Periodicals Foreign and Domestic . 2 A volume of this directory was first published in 1932, and since then it has flourished and grown to monumental proportions. The year 1987 marked the fifty-fifth anniversary of its first publication.


It is perhaps not generally known that many of the basic reference books found in the collections of all libraries were created by librarians, librarians who recognized the need for access to a certain kind of information but found no readily available means of retrieving the information. Thus a file or listing of information was created. Such a file was used primarily by the members of the library staff to locate quickly information that in many cases was needed by a staff member or needed to answer an inquiry made by a patron. Because of such efforts, we have the many indexes, bibliographies, guides, handbooks, and directories that have become indispensable in our work and have become essential in maintaining efficient library operations and providing effective reference service. Unfortunately, many people who use the library take these reference works for granted, neither realizing nor understanding the amount of research required to compile a reference book of this type.


ULRICH'S EDUCATION AND EARLY CAREER


As all librarians know, the author of Periodicals Directory: A Classified Guide to a Selected List of Current Periodicals Foreign and Domestic was the former chief of the periodicals division of the New York Public Library (NYPL), Carolyn Ulrich. Writing in the preface to the first edition of the Directory, Ulrich states that "The need for an up-to-date classified list of foreign and domestic periodicals has long been felt." 3 Simply stated, it is because Carolyn Ulrich responded to that need that we now have Ulrich's Plus .


Who was Carolyn Ulrich? She was a librarian, to be sure. Her record of employment can easily be traced through such standard biographical works as Who's Who in Library Service and Who's Who in America , and her writings are to be found in the issues of Library Literature published between 1922 and 1947. 4 However, virtually nothing seems to have been written about the woman whose name for over half a century has been associated with what has become an essential and major reference source. This fact prompted my intense interest in, and my eventual investigation and examination of, materials relating to the life and contributions of the woman who pioneered efforts in the management and bibliographic control of serial literature.


Carolyn Farquhar Ulrich was born in Oakland , California , on 16 August 1880, the daughter of Lina Linck (Hartman) and Rudolph Ulrich. Little is known of her childhood. It is believed, however, that she had a brother. At some point following her birth, the family moved to New York . Ulrich entered Erasmus Hall High School in Brooklyn , New York , in 1897. She received her diploma in 1901. While in high school, she studied both French and German, in addition to the regular curriculum. 5 Later she was also to study Latin. Ulrich apparently had an interest in the arts, for following graduation from high school, she attended Pratt Institute Art School for one year. Her interest in library work became evident between the years 1901 and 1906, and in 1906 she began working as an assistant in the Brooklyn Public Library. At this point she had had no formal library training. Undoubtedly feeling the need for such training, she attended the Albany Summer Library School during the summer of 1907. Fortified with this experience, she remained an assistant at the Brooklyn library until 1912. In 1913 she became "first assistant," a position she held until 1917. Ulrich apparently continued to be concerned about improving and continuing her education, for during the years 1912 and 1914, she registered for, and completed, extension courses in literature and in Chinese and Japanese art at Columbia University and New York University .


In April 1917, at the age of thirty-seven, 6 Ulrich applied for admission to the certificate program in library science at Pratt Institute, an established program of library education, which had been founded in 1890. At the time she applied she was living at 34 Jefferson Avenue in Brooklyn . 7 When queried about previous library experience on the application for admission, she of course stated the Brooklyn Public Library, and specified "9 years--41/2 as first assistant (Eligible for Branch Librarian)." 8 Another question inquired about the character and extent of the applicant's reading habits. To this question her response was "Varied and extensive--Interested in Art, Philosophy and representative writings in all Literature." 9 Her year at Pratt Institute must have been an exciting one, and her previous practical library work augured well for her life as a student. A student information/evaluation form describes her dress as "absolutely correct in taste and style. Sport clothes types." Ulrich was also described as having a "good social manner;" a "cultivated voice;" "good looking presence," and as being in "excellent health." 10 Other comments described Ulrich and her work as "gracious and very efficient, lots of enthusiasm and great energy, unfailing tact, unusual literary taste, and has good sense." 11 Apparently cataloging was not a strong area; in this area Ulrich was described as "a little careless but turns work off rapidly." 12 The person completing the form could not recommend her for either cataloging or for work with children but could recommend her for "executive work or organizing." 13


Ulrich completed the requirements for the certificate program in 1918 and joined the "Graduates' Association" of the school. 14 In June she accepted a position with the Bridgeport ( Connecticut ) Public Library as chief of the circulation department and branches (extension work) of the library, at a salary of one thousand dollars. 15 The following year, she was listed in the Bridgeport City Directory as an employee of the public library and as domiciled at 369 Golden Hill Street , Bridgeport . 16


The Municipal Register for Bridgeport , Connecticut , for 1919 states that Henry N. Sanborn was the city librarian, and that Ulrich was chief of the circulation and branch department in the library system. 17 It is also of interest to note that in the Register a Marion Cutter is listed as "Chief of the Children's Department, High School Reference and School Departments," 18 also in the Bridgeport Public Library. Cutter and Ulrich seem to have been destined to become good friends as this seems to have been the beginning of an enduring association that would extend over the next five decades.


Henry Sanborn must have been extremely pleased to have the executive insights and organizational abilities of Ulrich at work on the library staff. The "Thirty-Eighth Annual Report of the Bridgeport Public Library and Reading Room" contains a section that reflects a flurry of activity in the library's circulation department, all of which was undoubtedly the result of Ulrich's forceful influence. The passage reads as follows:

Tuesday, September 28, 2010

detikcom : Elpiji Kok Dibuat Mainan

title : Elpiji Kok Dibuat Mainan
summary : Dari beberapa komunikasi di atas, saya semakin yakin bahwa komposisi isi tabung gas elpiji untuk keperluan rumah tangga memang diubah. Dari komposisi semula sekitar 60% Propane dan 40% Butane menjadi 60% Butane dan 40% Propane. (read more)

Saturday, September 25, 2010

kenapa ya, kalo pindah kontrakkan pasti pertama kali yang bermasalah itu pasti mesin pompa air

Buat Kontaktor alias tukang ngontrak rumah kayak saya ini pindah-pindah rumah adalah sesuatu yang wajar, minimal satu tahun sekali anda akan pindah rumah dengan berbagai alasan. Tidak cocok lah,terlalu mahal lah, airnya bermasalah lah, kurang nyaman lha, yang punya kontrakkan ga mau memperpanjang lha.. dan lain sebagainya...


kalo beruntung anda bahkan dapat pindah dua atau tiga kali dalam setahun, dan itu terjadi pada saya dan keluarga. sudah dua kali saya dalam jangka waktu satu tahun harus dua kali pindah rumah.


Kejadian pertama pertengahan tahun 2008, ketika selesai dari Tugas Belajar D4. Pindah rumah karena mau nyari kontrakan yang bulanan dan kebetulan ada temen yang mau over kontrak 6 bulan dengan pertimbangan untuk berjaga-jaga kalo dapat mutasi keluar Jakarta. kan ga perlu repot nyari yang mau over kontrak.Maka jadilah saya pindahan sendiri dibantu dengan teman-teman. ga banyak sih, cuma 1 mobil bak terbuka plus 1 angkot.


Eh, ternyata perkiraan awal ada mutasi setelah tugas belajar berantakan, semuaditempatkan di jakarta... waduhjadi bingung nih, setting awal kan cuma buat shelter sementara menunggu penempatan, lha kalo penempatan jakarta kan harus nyari kontrakkan baru lagi..lagiankontrakkan yang sekarang cuma petakan 1 kamar, sedangkan ponakan ku mau kut ke Jakarta... maka perburuan rumah kontrakkan pun dimulai lagi...


Mencari rumah kontrakkan pun ga semudah beli hape, yang tinggal dateng liat, beli kalo cocok,dan bawa pulang. Nyari Rumah kontrakkan ga beda sama nyari  kucing yang ngumpet di kolong ranjang, diubek-ubek kesana kemari,dapatnya ga terduga-duga.Begitu pula dengan rumah yang satu ini, dapat dari temen yang juga mau over kontrak selama bulan juga... ya sudahlah karena cocok dengan kriteria dan juga mau membantu teman akhirnya kita ambil rumah tersebut.


Nah, kalo sebelumnya saya kan ngontraknya rumah petak yang ga mengurusi sendiri masalah air,kalo yang ini kita ngontrak di rumah yang kamarnya duadan semua harus durussendiri. Kalo sudah begini pasti masalah yang pertama kali timbul adalah masalah air?.


Dari pengalaman sebelumnya waktu mngontrak rumah

Tuesday, September 21, 2010

Term of Usenya MS Silverlight....


 


 


 


 


Membaca Term of Usenya Microsoft Silverlight pasti bikin kepala puyeng, bayangkan hanya untuk plugin multimedia semacam adobe flash saja harus membaca dokumen sebanyak 33.000 karakter lebih.... Kalo ga di baca takutnya nanti melanggar hak cipta dan dipenjara kayak guru-guru di Rusia itu, dan pas dibaca intinya sama dengan semua license nya MSFT, ga boleh ini itu, ini itu... pusssinnngg deh jadinya....


lha yang awam mana mungkin pernah baca yang kayak beginian... dibawah ini.... termasuk saya...


Video editing from the command line

By Silas Brown


This is an article about basic video production in MPlayer. MPlayer has its own "edit decision list" facility, but that is limited to deleting scenes from an already-made movie; it cannot be used to take scenes from more than one source file and to sequence them in a different order, as is often needed in production. However, by running several MPlayer commands in succession you can do this on the command line, and you don't need particularly high-spec equipment or dexterous mouse skills or even eyesight to do it (some eyesight is a plus but you don't need much).



Previewing in MPlayer


Firstly, make sure you can play each of your source-material videos with the mplayer command (use mplayer -framedrop if you have a slow computer). Installing mplayer from your package manager may be enough, but in some cases a newer version of mplayer and/or support for additional types of video codecs is needed; in this case the exact setup procedure can vary, depending on your distribution and its version, so you may have to do some web searching to find out.

Friday, September 3, 2010

Jangan Pakai Linux

February 7th, 2009 Posted in http://idrus.net/2009/02/07/jangan-pakai-linux.shtml


Ya! Buat kamu yang belum pernah mencoba menggunakan sistem operasi yang identik dengan logo pinguin ini, ada baiknya untuk tidak mencoba memakainya! Loh? Kenapa? Berikut beberapa alasan untuk tidak menggunakan Linux.


1. Linux itu susah! Iya itu faktanya. Linux itu susah! Bener-bener susah! Sekali kamu coba memakainya maka akan sulit bagi kamu untuk tidak mengulangi untuk memakainya lagi. Linux bagai candu yang akan membuat pemakainya betah berlama-lama berinteraksi dengannya, dan seringkali memberikan pertanyaan-pertanyaan yang unik dan menarik.


2. Linux itu mainan para hacker! Buat yang merasa dirinya bukan hacker, sangat disarankan untuk tidak memakai Linux. Mengapa? Iya, karena Linux akan membuat kamu mandiri. Hmmm… mandiri? Contohnya? Di Linux, kamu akan menemukan banyak hal baru dan menarik. Kamu akan terus mencoba dan mencoba. Sedikit demi sedikit ‘hack‘ pada sistem operasi ini akan kamu lakukan. Hack? Iya, hack! Terdengar keren dan begitu geek, bukan? Semua itu legal untuk dilakukan di Linux, karena source codenya dengan mudah dapat kamu peroleh, kamu modifikasi, ubah sana, ubah sini, dan menyebarkannya ulang dengan bebas pula, selama tidak keluar dari ruang lingkup General Public License.


3. Linux itu merugikan! Pihak-pihak yang mendukung konsep proprietary software tentulah akan merasa dirugikan. Mengapa? Karena bila semakin banyak pengguna Linux (dan open source) tentu lahan bisnis mereka akan semakin tergerus terus dan terus. Tapi, tidak hanya kerugian dari segi finansial saja yang akan mereka dapat. Melainkan juga ada banyak keuntungan yang akan mereka peroleh, meskipun tidak mereka rasakan secara langsung. Contohnya? Karena software open source tersedia source codenya dengan bebas, maka pengembang software proprietary pun dapat ‘mengintip’ dan ‘mencomot’ beberapa bagian software yang mereka anggap menarik untuk kemudian diintegrasikan ke dalam software komersial mereka. Duh, contohnya masih kurang nih! Oke… oke… Kita ambil contoh Sun Microsystems dengan software office suite mereka yang ternama, OpenOffice dan StarOffice. Hmmm… ada apa dengan OpenOffice dan StarOffice? Sungguh menarik melihat fenomena yang terjadi di sini. OpenOffice dibangun berdasarkan source code StarOffice, lisensi yang disematkan ke OpenOffice ini bersifat open source yang dikembangkan secara gotong royong dengan komunitas yang tersebar di seantero benua di muka bumi ini. Dari hasil pengembangan OpenOffice, Sun Microsystems kemudian mengambil beberapa bagian kodenya untuk kemudian diintegrasikan ke StarOffice dengan ditambahkan beberapa ‘hasil keringat’ ‘orang dalam’ Sun Microsystems. Lisensi StarOffice sendiri bersifat proprietary. Sebuah hubungan timbal balik yang unik dan saling menguntungkan, bukan?


4. Linux itu jelek dan tidak menarik Pernyataan itu tidak salah, namun tidak juga benar. Bila kita melihat Linux secara parsial, yakni hanya kernel/intinya saja tentu pernyataan itu dapat dibenarkan. Apa sih yang bisa dilakukan oleh ‘seonggok’ kernel? Dan meskipun kernel itu bisa dipakai, apa sih yang menarik dari tampilan command line based dengan background hitam dan teks putih saja? Namun bila kita melihat Linux secara keseluruhan sebagai satu kesatuan sistem operasi yang komplit, dengan desktop environment dan lingkungan kerja berbasis GUI (Graphical User Interface) yang indah, kemungkinan kamu akan membantah pernyataan itu. Kasih contoh dong! Oke, mari kita tilik sejenak desktop GNOME atau KDE (atau yang lainnya) dengan Compiz enabled dan setting animasi desktop yang maksimal, saya yakin kamu akan takjub melihat keindahannya. Tidak percaya? Silakan berkunjung ke YouTube dan masukkan kata kunci pencarian “compiz desktop”, tonton salah satu video demonstrasinya.


5. Linux itu membingungkan Amat sangat membingungkan! Itulah perasaan yang akan kamu temui saat pertama kali menatap ‘wajah’ Tux si pinguin ini. Bingung mau memakai distribusi Linux apa, bingung mau pakai software yang mana, bingung untuk menginstal aplikasi apa diantara sekian banyak aplikasi, bingung untuk memilih desktop environment (GNOME, KDE, Xfce, dsb), dan banyak kebingungan-kebingungan lain yang mungkin akan kamu jumpai. Semua itu wajar. Di dunia Linux dan open source, freedom is the will. Saking beragamnya kebebasan yang ditawarkan, maka tidaklah mengherankan bila perkembangan Linux dan software open source pada umumnya dapat dibilang pesat. Belum lagi ditambah dengan kebingungan mau bertanya kepada siapa bila nantinya kamu menemui kendala yang serius dikarenakan saking banyaknya LUG (Linux User Group) baik yang bertaraf lokal maupun internasional yang siap membantu menyelesaikan masalah yang kamu temui.


6. Linux itu mahal Benar sekali! Linux itu mahal! Karena kamu ‘kemungkinan’ akan mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk mendapatkannya. Iya! Semahal satu dua keping CD/DVD blank untuk ‘membakar’ salinan/ISOnya. Juga untuk membayar koneksi internet (bila ada) atau CD/DVD repository (paket software dalam CD/DVD). Kita ambil contoh DVD repository Ubuntu yang dijual di berbagai toko online, harganya berkisar antara 50.000 s.d 100.000 rupiah! Dudududu… mahal sekali… Setuju! Mahal sekali biaya yang harus dikeluarkan demi mendapatkan tambahan paket software free dan open source berkualitas yang super lengkap dan super banyak! Coba bandingkan dengan harga satu lisensi sistem operasi proprietary yang harganya berkisar diatas US$ 100 atau harga lisensi untuk satu software proprietary yang harganya bervariasi mulai dari US$ 19.99 hingga ratusan dollar! Ah, jauh sekali perbedaannya. Linux memang mahal. Ubuntu, melalui program shipitnya menawarkan pengiriman CD Ubuntu gratis ke seluruh penjuru dunia. Namun tidak sepenuhnya gratis! Melainkan mesti membayar ‘semacam pajak yang entah terang atau gelap’ ke Kantor Pos, yang biayanya berkisar antara 5000 s.d 7000 rupiah. Mahalnya… :(


7. Linux itu membodohkan Maksudnya? Begini, betapa ‘bodoh’nya ‘orang-orang itu’, sudah capek-capek membuat program eh… kok malah diberikan begitu saja kepada orang lain, berikut source codenya pula! Tanpa meminta imbalan apa-apa! Logis nggak sih? Melalui tindakan yang ‘bodoh’ itu, para programmer dan mereka yang berkecimpung di dunia open source telah berkontribusi yang tidak sedikit demi kemanusiaan dan perkembangan teknologi informasi untuk masa kini dan masa yang akan datang. Melaui ‘kebodohan’ mereka pula, perkembangan software open source akan semakin cepat karena akan ada banyak orang yang turut berpartisipasi dalam mencari bugs yang mungkin ada untuk kemudian diperbaiki dan dioptimasi serta ditingkatkan fitur-fiturnya. 8. Linux itu berdosa Ya, ‘berdosa’ kepada pengembang software proprietary karena tidak memberikan ‘pemasukan’ ke ‘kantong’ mereka dikarenakan software proprietary buatannya mendapatkan saingan dari software open source yang lebih murah, halal, dan legal dengan fitur yang tidak kalah (bahkan melebihi fitur-fitur yang ada pada software proprietary tersebut). 9. Linux itu menyedihkan Sangat menyedihkan malah, bagaimana mungkin sistem operasi dengan usia yang relatif muda ini mampu berkembang pesat seperti sekarang ini, bahkan berani menghadapi sistem operasi proprietary yang telah dikembangkan jauh sebelumnya dan memiliki pangsa pasar yang tidak sedikit di seluruh dunia. Bila dulu, banyak pihak yang meramalkan IBM OS/2 adalah sistem operasi masa depan, namun kenyataannya sekarang sungguh berbeda, OS/2 telah ‘down’ (bila tidak ingin dikatakan ‘mati’). Mari kita lihat bagaimana perkembangan Linux beserta software-software open source lainnya beberapa tahun kedepan. — Yup, diatas adalah beberapa alasan yang cukup logis untuk tidak memakai Linux. Sekarang terserah kepada kamu, masih mau memakai Linux?


— Catatan:


* Tulisan diatas hanyalah sebuah pemikiran bodoh dari penulis yang hanya seorang lamer yang tidak tahu dan tidak mengerti apa-apa. Mohon maaf bila ada kata-kata yang salah dan kurang berkenan di hati para pembaca dan kepada Allah SWT penulis mohon ampun.


* Inspirasi yang mendasari penulisan artikel nyeleneh ini: http://ndorokakung.dagdigdug.com/2009/01/27/jangan-percaya-enda-nasution/


* Tulisan ini juga pernah dimunculkan di Kaskus.


* Buat yang terkecoh dengan tulisan ini, silakan baca; Menjebak Persepsi Awal Pembaca dengan Judul dan Satire.


SUMBER : http://idrus.net/2009/02/07/jangan-pakai-linux.shtml

Sunday, August 29, 2010

Lha Kok Install Windows XP lagi.....

Senin,  30 Agustus 2010


itulah yang terjadi...


setelah beberapa lama ga pernah install Windows XP, tiba - tiba hari ini daku harus melakukan instalasi Windows XP lagi, ke Netbook HP Mini yang hanya ada Freedos dan tidak ada CD Drive nya lagi....


Kalo punyaku sendiri sih tak isi sama Ubuntu Net Remix yang katanya yahuud deh...tetapi apatah daya ini Netbook punya pak Parji, teman kantor yang maunya di install XP demi kemudahan dalam bekerja...


Kenapa.... Karena hampir seluruh aplikasi buatan Direktorat Sistem Perbendaharaan, Ditjen Perbendaharaan dikembangankan under Windows.... ga ada yang dikembangkan untuk non WIndows, kode sumbernya pun yang tahu hanya para pengembang di Dit. SP sono... jadilah pak Parji harus mau tak mau pake MS Windows XP....


Nah.... karena ga ada CD Drivenya dan Pak Parji and the gang di kantor ga ada yang punya CD Drive eksternal, maka untuk test drive daku boot dahulu lewat Slax 6, hasilnya ga mengecewakan, KDE 3.5 muncul dengan baik dan dapat digunakan.

Thursday, August 26, 2010

CRP II, GR to GL

Jum'at, 23 Juli 2010

Hari ini terakhir melakukan reviu jurnal untuk modul GR yang dilakukan bersama dngan para PIC dari Modul General Ledger, sehingga senin secara resmi CRP II untuk GR selesai, tinggal bagaimana reviu nya dan end to end integration demo nanti.Berat memang, karena tidak semua transaksi yang harus dicatat dalam SPAN nantinya memiliki dokumentasi.

Saturday, August 21, 2010

Debian Social Contract

Version 1.1 ratified on April 26, 2004. Supersedes Version 1.0 ratified on July 5, 1997.


Debian, the producers of the Debian GNU/Linux system, have created the Debian Social Contract. The Debian Free Software Guidelines (DFSG) part of the contract, initially designed as a set of commitments that we agree to abide by, has been adopted by the free software community as the basis of the Open Source Definition.





Social Contract with the Free Software Community



  1. Debian will remain 100% freeWe provide the guidelines that we use to determine if a work is free in the document entitled The Debian Free Software Guidelines. We promise that the Debian system and all its components will be free according to these guidelines. We will support people who create or use both free and non-free works on Debian. We will never make the system require the use of a non-free component.

  2. We will give back to the free software communityWhen we write new components of the Debian system, we will license them in a manner consistent with the Debian Free Software Guidelines. We will make the best system we can, so that free works will be widely distributed and used. We will communicate things such as bug fixes, improvements and user requests to the upstream authors of works included in our system.

  3. We will not hide problemsWe will keep our entire bug report database open for public view at all times. Reports that people file online will promptly become visible to others.

Friday, August 20, 2010

Link Test CRP Hari Ketiga

Setelah melakukan Conference Room Pilot per modul dalam SPAN, maka mulai hari Rabu tanggal 18 Agustus 2010 diadakan Link Test demo SPAN dengan mengggunakan data asli pengelolaan APBN di Indonesia. Awalnya saya kira link test dilakukan dengan melakukan demo satu proses yang terdiri atas lintas modul semisal dimulai dengan penerbitan dipa, pembuatan kontrak, pembayaran, proses manajemen kas, sampai akuntansi dan pelaporannya.


Akan tetapi, link test  yang dilakukan tetap per modul dimulai dari modul Manajemen DIPA , Manajemen Komitmen, Manajemen Pembayaran dan seterusnya. Dengan begini link test demonya kurang terasa karena satu sesi di isi full dengan satu modul dan diteruskan oleh modul selanjutnya. Meskipun data yang di demokan pada modul sebelumnya dipakai oleh modul lain, tetap saja rasa dari link test demo kurang terasa.

Wednesday, August 18, 2010

About Debian


WHAT is Debian?


The Debian Project is an association of individuals who have made common cause to create a free operating system. This operating system that we have created is called Debian GNU/Linux, or simply Debian for short.

An operating system is the set of basic programs and utilities that make your computer run. At the core of an operating system is the kernel. The kernel is the most fundamental program on the computer and does all the basic housekeeping and lets you start other programs.

Debian systems currently use the Linux kernel. Linux is a piece of software started by Linus Torvalds and supported by thousands of programmers worldwide.

However, work is in progress to provide Debian for other kernels, primarily for the Hurd. The Hurd is a collection of servers that run on top of a microkernel (such as Mach) to implement different features. The Hurd is free software produced by the GNU project.

A large part of the basic tools that fill out the operating system come from the GNU project; hence the names: GNU/Linux and GNU/Hurd. These tools are also free.

Of course, the thing that people want is application software: programs to help them get what they want to do done, from editing documents to running a business to playing games to writing more software. Debian comes with over 25000 packages (precompiled software that is bundled up in a nice format for easy installation on your machine) — all of it free.

It's a bit like a tower. At the base is the kernel. On top of that are all the basic tools. Next is all the software that you run on the computer. At the top of the tower is Debian — carefully organizing and fitting everything so it all works together.

It's all free?


You may be wondering: why would people spend hours of their own time to write software, carefully package it, and then give it all away? The answers are as varied as the people who contribute. Some people like to help others. Many write programs to learn more about computers. More and more people are looking for ways to avoid the inflated price of software. A growing crowd contribute as a thank you for all the great free software they've received from others. Many in academia create free software to help get the results of their research into wider use. Businesses help maintain free software so they can have a say in how it develops -- there's no quicker way to get a new feature than to implement it yourself! Of course, a lot of us just find it great fun.

Debian is so committed to free software that we thought it would be useful if that commitment was formalized in a written document. Thus, our Social Contract was born.

Although Debian believes in free software, there are cases where people want or need to put non-free software on their machine. Whenever possible Debian will support this. There are even a growing number of packages whose sole job is to install non-free software into a Debian system.

You say free, but the CDs/bandwidth cost money!


You might be asking: If the software is free, then why do I have to pay a vendor for a CD, or pay an ISP for downloading?

When buying a CD, you are paying for someone's time, capital outlay to make the disks, and risk (in case they don't sell them all). In other words, you are paying for a physical medium used to deliver the software, not for the software itself.

When we use the word "free", we are referring to software freedom, not that it's without cost. You can read more on what we mean by "free software" and what the Free Software Foundation says on that subject.

Most software costs over 100 US dollars. How can you give it away?


A better question is how do software companies get away with charging so much? Software is not like making a car. Once you've made one copy of your software, the production costs to make a million more are tiny (there's a good reason Microsoft has so many billions in the bank).

Look at it another way: if you had an endless supply of sand in your backyard, you might be willing to give sand away. It would be foolish, though, to pay for a truck to take it to others. You would make them come and get it themselves (equivalent to downloading off the net) or they can pay someone else to deliver it to their door (equivalent to buying a CD). This is exactly how Debian operates and why most of the CDs/DVDs are so cheap (only about 12 USD for 4 DVDs).

Debian does not make any money from the sale of CDs. At the same time, money is needed to pay for expenses such as domain registration and hardware. Thus, we ask that you buy from one of the CD vendors that donates a portion of your purchase to Debian.

Monday, August 16, 2010

Debian Appreciation Day - How to help Debian

Debian Appreciation Day - How to help Debian.



  • #777: Thanks! by Fonic for Debian Community

    Thanks a lot!






  • #776: long vie a debian by picca for FTP Master

    Merci pour le fantastique travail que vous faites.

    un utilisateur de debian depuis plus de 10 ans...






  • #775: thank you all! by evuraan for Debian Community

    debian is awesome. its derivatives are awesome too.! I thank you all those behind this incredible distro.

    ഡെബിയനു പിന്നില്‍ പ്രവര്‍ത്തിച്ചവര്‍ക്കെല്ലാം എന്‍റെ നന്ദി. ആശംസകള്‍..!






  • #774: Congratulations on the 17th anniversary! by boolde for Debian Community

    And thanks for the constant development and distribution of Debian. Great works!
    日本で のミラーリングにもずっとお世話になっています。ありがとうございます。






  • #773: THANKS by Vito Fasano for Octave Group

    Thanks






  • #772: ¡Happy Birthday! by Rafael Moyano for Debian Community

    ¡Thank you for all the people that make possible this great operative system!






  • #771: Happy Birthday! by Stinger for Debian Community

    Thank you for being the most stable and convenient all these years!






  • #770: Thanks Debian!! by Claudio Marcial for Debian Community

    I want to thanks the whole Debian's community, for making my life always easier with excellent quality software!!






  • #769: Thanks! by Anonymous for Debian Community

    Thanks!






  • #768: Thanks for you work by evilzipik for DebianEdu/Skolelinux

    Thanks for you work and congradulations with 17 years debian projects.






  • #767: Once more Thanks! by TimT. for Debian Community

    Thanks for making my life so much simpler






  • #766: Thanks by Dmitry for Debian Community

    I tried several distros at 2003-2004, but sticked with Debian - the only true distro :)






  • #765: EHLO! by Ivan for Debbugs

    Thank you for stable!






  • #764: Happy Birthday! by user for Debian Community

    I can always rely on You, Debian. I wish I could buy You a beer ;)






  • #763: Thanks by Giovanni Bonenti for Debian Community

    Without Debian my computer would be less free, and my ignorance quite bigger.
    Thanks to everybody.








  • congratulations 17 years !






  • #761: Here's to another 17! by Jared Hettinger for Matthew Vernon (ssh)

    Many thanks to all developer's who poured their heart into an amazing distribution. Looking forward to the next 17 years of Debian.

    Thank you,
    Jared Hettinger
    1&1 Internet, Inc.






  • #760: A big Thank by Wolfgang Voelker for Debian Community

    Thanks a lot at evwryone involved in making Debian. The best OS in the known part of the univers.
    Carry on, just the way youre doing.




Friday, July 30, 2010

Usulan Bagan Akun Standar Pemerintah Indonesia yang Baru

30 Juli 2010


Bagan Akun Standar (BAS) atau Chart of Account (COA) adalah jantung dari semua sistem informasi akuntansi yang dibangun oleh institusi, baik yang berbasis komputer maupun yang manual. Lalu apakah BAS/COA itu, jawabannya bermacam - macam, tergantung siapa yang mendefinisikannya. Untuk Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat (SAPP) BAS didefinisikan sesui dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 91 /PMK.05/2007 tentang Bagan Akun Standar sebagai " Bagan Akun Standar adalah daftar perkiraan buku besar yang ditetapkan dan disusun secara sistematis untuk memudahkan perencanaan, pelaksanaan anggaran, serta pertanggungjawaban dan pelaporan keuangan pemerintah pusat."


Sedangkan pengertian lain misalnya menurut http://www.accountspayable.co.uk/resources/glossary.php, COA disebut sebagai "The account codes which give structure to the General Ledger. May include nominal codes, expense codes, cost centre codes, project codes"


sedangkan Oracle mendefinisikan COA sebagai "The account structure helps you categorize your accounting information as you record it."


jadi, dapat diringkas bahwa BAS/COA adalah sejumlah kode yang digunakan untuk memudahkan proses perekaman kegiatan akuntansi dalam suatu institusi.


BAS dalam SAPP berdasarkan PMK 171 terdiri atas  4 (empat) jenis kode yang terpisah, cara penggunaannya maupun cara kodifikasinya. Kode tersebut terdiri atas :


1. Kode Organisasi (Kementerian/Lembaga, Eselon I, Satuan Kerja)


2. Kode Fungsi (fungsi, sub fungsi, program, kegiatan, subkegiatan)


3. Kode Lokasi (Provinsi, Kabupaten/Kota)


4. Kode Akun (Jenis Akun, Kelompok akun, akun)


Penggunaan keempat jenis kode dalam BAS versi PMK 171 tahun 2007 dapat dijelaskan sebagai berikut ini :


1. Kode Organisasi digunakan untuk membedakan tiap-tiap Kementerian/Lembaga sampai dengan satuan kerjanya. Kode organisasi tersebut terdiri atas tiga bagian terpisah yakni Kode K/L sebanyak 3 dijit, kode Eselon I sebanyak 2 digit, dan kode Satuan Kerja sebanyak 6 digit.


2. Kode Fungsi sebenarnya merupakan turunan dari kodifikasi yang dikeluarkan oleh PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) sebagai dasar untuk pelaporan keuangan di lingkungan pemerintah atau lebih dikenal sebagai COFOG (Classification of the Function of Government) yang membagi fungsi pemerintah kedalam sepuluh fungsi utama yakni :




  • 01 - General public services

  • 02 - Defence

  • 03 - Public order and safety

  • 04 - Economic affairs

  • 05 - Environmental protection

  • 06 - Housing and community amenities

  • 07 - Health

  • 08 - Recreation, culture and religion

  • 09 - Education

  • 10 - Social protection,

detikcom : Kereta Argo Bromo Anggrek Anjlok di Manggarai

title : Kereta Argo Bromo Anggrek Anjlok di Manggarai
summary : Kereta Argo Bromo Anggrek anjlok di Stasiun Manggarai. Roda kereta tersebut keluar dari jalurnya. Untungnya tidak ada korban dalam peristiwa ini. (read more)

Wednesday, July 28, 2010

One Piece 594 Confirmed Spoilers


One Piece 594 Confirmed Spoilers




Redline, the holy city of Mariejoa, The Room of the Five Elder Stars

The Five Elder Stars are having a meeting.Click the one Piece 594 raw scans below to read the whole one piece 594 chapter

one piece 594 raw scans


DARI LEMBANG, TIM SPAN MEMBANGUN KOMITMEN KEBERSAMAAN

Rabu, 21 Juli 2010

Oleh: redaksi (Media Center Ditjen Perbendaharaan)

Sekali lagi, Direktur Jenderal Perbendaharaan Herry Purnomo mengingatkan tentang betapa pentingnya  membangun dan menjaga kebersamaan dalam meraih kesuksesan. Dalam pengarahannya di hadapan para peserta “Membangun Inovasi, Kreativitas, dan Kerjasama Tim Penyempurnaan Modul SPAN dan Tim Penyempurnaan Aplikasi Satker” yang berlangsung pada tanggal 16 s.d. 18 Juli 2010 di Lembang, Bandung, beliau menegaskan bahwa team building sangat penting dalam rangka mengembangkan dan mensukseskan pelaksanaan Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN). “Manajemen sumber daya manusia yang kita lakukan telah berhasil menghilangkan batasan-batasan yang ada. Para pegawai harus saling mengenal bisnis proses antar-direktorat, apalagi untuk menyelesaikan SPAN,  sebuah proyek yang sangat strategis bagi pengelolaan keuangan negara”, tegas beliau.

Tuesday, July 27, 2010

Android 3.0 Telah Dicoba

Varian Android Terbaru Telah Di Ujicoba secara Diam-diam

Mungkin sebagian dari kita tidak mendapatkan update resmi dari adanya sistem operasi Android 2.2 atau yang dikenal dengan sebutan Froyo, walau sebetulnya Google telah mengumumkan juga keberadaan sistem Android 3.0 terbaru bernama Gingerbread.

Sementara itu sebuah situs yang bernama GreenComputing telah melakukan uji benchmark terhadap beberapa sistem operasi Android yang ada, dengan menggunakan aplikasi penguji benchmark yang bernama Linpack for Android.

Wednesday, July 21, 2010

Pelatihan Membangun Inovasi, Kreativitas, dan Kerja Sama Tim Modul SPAN dan Modul Aplikasi Satker Part IV


Pelatihan Hari Ketiga

Minggu, 18 Juli 2010

Tempat : Imah seniman



Pelatihan hari ketiga lebih berfokus kepada mengatasi ketakuta-ketakutan dan mencoba keluar dari rutinitas dengan permainan-permainan yang cukup menantang yakni ATV, Paint Ball, dan Offroad. Dimulai dengan pergi ke lokasi yang berjarak kurang lebih 1 KM dari Hotel,setelah makan pagi dengan menggunakan Bus, lalu setelah sampai pertama kali adalah peserta dibagi berdasarkan keinginan peserta untuk melalukan petualangan yang mana dulu. Karena ATV yang lebih dulu siap, maka para peserta harus mendaftar dahulu, dan peserta dengan nomor pendaftaran 1 sd 30 main ATV dulu, selebihnya melakukan offroad.



Para peserta yang main ATV pun harus bergiliran karena ATV yang disediakan hanya enam unit, dengan jarak tempuh sirkuit yang cuma 1,2 KM, maka masing masing peserta harus menunggu dan sambil menunggu, setealh arena peperangan Paint Ball siap, maka dilaksanakan juga pertempuran Paint Ball.



Setelah itu, mulailah offroad generasi kedua, menyusuri rute sekitaran kaki gunung tangkuban perahu sampai turun setelah pasar Lembang. Medannya memang aduhai, dengan pemandangan pegunungan dan jurang di sisi bawah, serta hujan yang turun di tengah perjalanan dan turunnya kabut mewarnai perjalan selama tiga jam tersebut.



Sampai di Imah seniman sudah hampir jam 15.00, sebenarnya sudah lewat dari jadwal akan tetapi mengingat belum makan siang, maka para peserta makan siang dulu. Johan dan mas Winda udah kelaparan kayaknya.

Sesampainya di Hotel, hampir jam 16.00, maka peserta yang baru datang dari imah seniman harus bergegas untuk merapikan diri dan berkumpul di restoran untuk penutupan. Celakanya, waktu mau bersih-bersih, ternyata air panas di kamar sudah mati, padahal  kita kan kedinginan setelah kehujanan dan kotor dari lokasi outbond.

Acara penutupan berlangsung informal dengan mc Ibu Ira, dan di tutup oleh Pak Syaiful, tetapi yang tidak terduga adalah LG CNS menyediakan doorprize berupa 1 buah Digital Frame LG, dan 2 Buah HP LG Cookie. Pemenangnya adalah mas Heru dan Dika Harlian sert satu orang dari Setdijen kalo ga salah.



Acara terakhir, pulang ke jakarta, dan besok harus kembali kerja keras

Demikianlah, laporan Pelatihan tiga hari ini, ada salah mohon maaf ya.

Monday, July 19, 2010

Pelatihan Membangun Inovasi, Kreativitas, dan Kerja Sama Tim Modul SPAN dan Modul Aplikasi Satker Part III

Hari Kedua, Sabtu 17 Juli 2010 17.30

Setelah capek berlari-lari dalam hujan, mencari barang yang tersembunyi dalam kode dan ga ketemu, akhirnya bisa juga masuk ke kamar, bersih-bersih dan sholat, lalu tidur, capek dan udara dingin memang paling cocok buat tidur. Maka, demi peningkatan energi dan kebugaran saya putuskan untuk memanfaatkan waktu ini dengan tidur.

3. Pukul 19.00 Makan Malam dan Ramah Tamah

Hujan Deras, harusnya berkumpul di restoran untuk makan malam dan ramah tamah bersama Dirjen PBN Pak Heri Purnomo. Tapi berhubung huja yang sangat lebat dan ketiadaan payung di kamar maka, kami berempat yang sekamar di ruang 120 harus menunggu jemputan dari hotel. Harus dijemput karena memang hotel lembang asri bukan seperti hotel-hotel di Kota besar macam Jakarta yang cenderung vertikal, Hotel lembang Asri berbentuk kumpulan bungalow yang jaraknya lumayan jauh dari restoran, dan hanya dihubungkan dengan jalan setapak yang tidak dilindungi oleh atap.



Setelah menunggu kurang dari 30 menit, datang juga itu jemputan, dan dapatlah kami berempat berangkat untuk makan di restoran.

Pelatihan Membangun Inovasi, Kreativitas, dan Kerja Sama Tim Modul SPAN dan Modul Aplikasi Satker Part II

Hari kedua,

Sabtu, 17 Juli 2010

Lokasi : Hotel Lembang Asri

Pelatihan hari ini dapat dibagi menjadi 4 acara besar yakni :

1. Workshop Kreativitas oleh Ibu Ayi (08.00 sd 12.00)

2. Team Building oleh tim BMW (14.00 sd 17.30)

3. Ramah Tamah dan Makan Malam bersama Pak Dirjen (19.00 sd 20.00).

4. Pengarahan Dirjen PBN serta training Motivasi oleh Zein Abidin (20.00 sd 24.30 )

1. Workshop Kreativitas oleh Ibu Ayi (08.00 sd 12.00)

Lokasi : Bougenville Room

Sesi pagi, dilaksanakan setelah sarapan, kali ini workshop dilakukan di dalam ruangan dengan fasilitator Ibu Ayi dengan tema kreativitas. Metodenya sederhana, lebih bercerita tentang kehidupan dan bagaimana mengatasi permasalahan dengan mengandalkan Fikiran positif dan berbaik sangka atas kejadian-kejadian dalam hidup.

Salah satu cerita yang disampaikan oleh fasilitator adalah tentang Transformasi yang dilakukan oleh Allah SWT terhadap mahluk ciptaanNya untuk meningkatkan kapasitasnya melalui serangkaian ujian, cobaan, dan godaan.  Fasilitator menceritakan bahwa bagaimana mangga yang manis, dan memiliki kandungan Vitamin C yang tinggi adalah mangga yang telah melewati semua godaan, kesulitan, dan cobaan berupa hujan, panas, ulat, dan lain-lain, lalu menjelma menjadi mangga yang matang, manis dan bermanfaat bagi sebanyak mungkin mahluk.

Sunday, July 18, 2010

Pelatihan Membangun Inovasi, Kreativitas, dan Kerja Sama Tim Modul SPAN dan Modul Aplikasi Satker

Jumat, 16 juli 2010

Dalam rangka membangun saling pengertian antara komponen Ditjen Perbendaharaan tentang Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara, maka dilakukanlah Pelatihan Membangun Inovasi, Kreativitas, dan Kerja Sama Tim Modul SPAN dan Modul Aplikasi Satker selama 3 hari mulai Jumat, 16 Juli 2010 sampai dengan Minggu 18 Juli 2010 bertempat di Hotel Lembang Asri dan Imah Seniman.

Acara di ikuti oleh empat elemen pendukung SPAN yakni Tim Counterpart Proses Bisnis, Tim Aplikasi Satker, Bussiness Owner, serta Tim LG CNS. Acara dimulai dengan pendaftaran yang dilakukan di Ruang Piet Harjono, dan dilanjutkan dengan berangkat ke lokasi menggunakan Tiga Bus pada pukul 15.00. Setelah menempuh perjalanan selama 5 jam melalui jalan Tol Cipuralang dan melewati bandung.

Sesampainya di tempat, disambut dengan udara dingin khas lembang dan sedikit hujan. Setelah makan malam dan pembagian perlengkapan training (tas, kaos, name tag, dan topi) dilanjutkan dengan acara pembukaan dan presentasi CRP II.

Wednesday, July 14, 2010

Asal Mula Nama Desa Air Gading

Nama                                 : Sutarman

Tempat Tanggal lahir : Air Gading, 31 Desember 1982.

Pekerjaan                        : PNS

Ada tidak yang istimewa dari sedikit biodata saya diatas?Sebagian besar orang pasti Bilang tidak ada. Hanya sedikit orang yang tahu cerita dibalik nama Desa Air Gading yang menjadi menjadi tempat tanggal lahirku itu.


Cerita bermula 30 tahun silam yakni (tahun 1980) ketika dimulai pembukaan lahan hutan gambut di kawasan DAS Musi oleh Pemerintahan Orde Baru dibawah Suharto sebagai tempat penempatan Transmigran asal Pulau Jawa.


Sebelum dijadikan tempat pemukiman Transmigran, kawasan hutan dataran rendah yang terletak antara Air Sugihan dan Air Saleh tersebut merupakan kawasan hutan yang lebat dengan dominasi vegetasi gambut dan rawa-rawa. Tempat seperti itu menjadi habitat dari bermacam binatang eksotis khas hutan tropis dataran rendah seperti Rangkok, Gajah, Menjangan, Babi Hutan, dan masih banyak lagi yang lain.


Akan tetapi, oleh Presiden Suharto kala itu, kawasan yang seharusnya menjadi hutan lindung tersebut dijadikan tempat pemukiman penduduk baru yang berasal dari Transmigran dari Pulau Jawa-salah satunya adalah pasangan ayah ibuku.


Tugas pertama untuk membentuk pemukiman di wilayah rawa-rawa tersebut adalah dengan membangun kanal - kanal yang menghubungkan antara dua sungai besar yang mengapit Delta dengan tujuan agar tanahnya menjadi lebih kering dan dapat digunakan sebagai tempat pemukiman dan bercocok tanam.


Maka, sepanjang delta itu, dibangun banyak kanal kanal yang akhirnya saat ini menyebabkan tanahnya menjadi lebih kering serta tidak lagi menjadi rawa.